Malut, Investigasi.news-, Armin Gelamona (AG) korban Penikaman di Desa Wailab-Kec. Mangoli Selatan pada Kamis 9/10/2025 keadaannya berangsur-angsur membaik di RSUD Sanana, hal ini ditandai dengan AG yang sudah bisa memberikan keterangan kepada pewarta yang datang mewawancarainya, tadi Sabtu 11 Oktober 2025.
Meski masih terbaring lemah, dengan berbagai alat medis yang menempel ditubuhnya AG menceritakan malam kelam peristiwa pengeroyokan itu.
“Awalnya saya dengan saudara saya Farid berniat mau menonton acara (pesta ronggeng) di desa Wailab, hanya saja belum sampai di acara, ditengah jalan kami sudah dihadang beberapa orang”, ujar AG memberikan keterangan persnya (11/10).
Mereka sekitar 5 orang, menanyakan saya orang mana, belum sempat saja jelaskan saya orang mana dan maksud kedatangan saya, mereka langsung menyerang kami secara membabi-buta, imbuh AG.
“Pada kondisi itu saudara saya Farid sudah lari menyelamatkan diri, ditengah menghindari serangan dari mereka, saya sempat mengeluarkan HP untuk meminta bantuan, nah ketika mau membuka kode HP, Handphone (HP) saya malah dirampas oleh si A, orang ini saya kenal”, tutur AG.
Disentil apa tujuan A merampas HP nya, apakah tindakan mau membantu atau bagaimana? AG menceritakan bahwa si A yang menjadi bagian dari Ke-5 orang yang mengeroyoknya ini merampas HP miliknya dengan maksud dan tujuan agar dirinya tidak meminta bantuan atau menghubungi orang lain.
Keterangan AG dibenarkan oleh Kaka Perempuan yang menungguinya di ruang perawatan gedung Interna RSUD Sanana.
“Jadi malam itu benar HP adik saya dirampas oleh salah satu dari pengeroyok, yakni si A tadi, dan dia sudah menyuruh orang untuk mengembalikan HP itu ke kami”, pungkas Kaka perempuan AG.
Kepada Investigasi baik AG dan Keluarga berharap pihak penyidik Kepolisian Polres Sula bisa menindak tegas para pelaku pengeroyokan sesuai dengan hukum dan Undang-undang yang berlaku.
“Semoga para pelaku secepatnya bisa diringkus agar masalah ini tidak melebar dan mengundang emosional kedua desa, itu sebenarnya yang harus dihindari, karena sekarang saja kabarnya Body yang dari Buya selalu di sweeping apakah ada orang Wailab”, ungkap keluarga korban AG
Dan terkait salah satu identitas pengeroyok yang dikenali tadi korban AG akan membukanya ke hadapan penyidik.








