Malut, Investigasi.News-, Bencana banjir bandang yang melanda desa Waisakai di Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula-Maluku Utara pada hari Rabu 12 Maret 2026, menyisakan duka bagi kita semua, khususnya warga masyarakat Sula, keprihatinan terjadi bukan hanya karena bencana yang datang dimalam hari dibulan Ramadhan, tetapi akibat bencana ini beberapa kepala keluarga (KK) harus kehilangan tempat tinggalnya akibat terjangan banjir, puluhan rumah rusak berat dan ringan, bahkan sampai ada yang tidak tersisa sama sekali alias dibawa arus air, kerugian ditaksir capai miliaran rupiah.
Awak media ini mendapatkan informasi bahwa sebagian KK mengungsi ke bangunan Sekolah Dasan Negeri (SDN) Waisakai, mereka menempati ruangan-ruangan kelas yang kebetulan aktivitas belajar-mengajar telah memasuki libur lebaran.
“Ada 12 Kepala Keluarga yang mengungsi ke sini (Sekolah-red), dan kami mempersilahkan, karena ini semua musibah kita harus saling membantu”, ujar Ibu Hayati Mayau Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Waisakai (13/3).
Lebih lanjut Kepsek mengatakan, baru bisa membantu menyediakan ruangan kelas untuk sementara menjadi tempat mengungsi.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Ibu Kadis Pendidikan di Sanana beliau juga berpesan untuk memperhatikan warga yang mengungsi sampai nanti adanya bantuan lebih lanjut”, tandas Kepsek Hayati.
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah terjun ke lokasi bencana tadi pagi.
“Tim sudah turun ke lokasi bencana untuk melakukan pemetaan masyarakat terdampak, dan selain melaporkan ke pimpinan kejadian bencana banjir bandang kali ini juga kami laporkan ke BNPB serta Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) bencana”, ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pemda Kepulauan Sula H. Samsudin Ode Maniwi.








