Lima Puluh Kota — Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota semakin memantapkan langkah untuk mengembalikan kejayaan komoditas kakao yang pernah menjadi kebanggaan sekaligus tulang punggung perekonomian masyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui program ambisius penanaman 2 juta batang kakao di berbagai wilayah potensial pada tahun 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian dan perkebunan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.
Rencana besar ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, yang mengalokasikan anggaran untuk penyediaan 2 juta bibit kakao hibrida guna mendukung program yang digagas oleh Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang.
Proses pembibitan kakao juga dilakukan langsung di Kabupaten Lima Puluh Kota. CV Hadistira Jaya Kencana yang berlokasi di Jorong Gando, Nagari Piobang ditunjuk oleh Kementerian Pertanian sebagai penyedia bibit kakao hibrida jenis TSH-858 dan ICS-60.
Selain berfokus pada penyediaan bibit unggul, program ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Warga Nagari Piobang dilibatkan secara aktif dalam proses persemaian, perawatan hingga distribusi bibit kakao.
Keterlibatan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan efek ekonomi berganda (multiplier effect), sekaligus membuka peluang kerja baru bagi warga setempat.
Dengan program penanaman kakao skala besar ini, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berharap kejayaan komoditas kakao dapat kembali bangkit, sekaligus menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat di masa mendatang. Yon
















