Keluarga Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan, Anak Alami Trauma Berat

More articles

Tulang Bawang, Investigasi.news – Seorang anak berusia 16 tahun di Tulang Bawang mengalami gangguan mental dan trauma berat setelah menjadi korban penganiayaan oleh dua orang pria. Keluarga korban kini meminta pendampingan dari UPTD PPA Dinas P2KB&P3A dan menuntut kepolisian segera menangkap para pelaku.

Burhan Rauf, warga Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, mengaku sangat cemas dengan kondisi anaknya, DF, yang berubah drastis pasca penganiayaan tersebut.

“Anak saya jadi pemurung, menolak ajakan teman, dan lebih sering menyendiri. Setelah saya tanya, baru dia mengaku dipukul oleh dua orang, AS — warga terminal Menggala — dan temannya, di dekat Tugu Panda arah Pemda Tulang Bawang pada 28 Oktober lalu,” ungkap Burhan, Senin (10/11/2025).

Merasa khawatir, Burhan segera melapor dan meminta pendampingan ke UPTD PPA Tulang Bawang. Petugas UPTD kemudian menindaklanjuti aduan tersebut dan mendampingi keluarga untuk membuat laporan resmi ke Polres Tulang Bawang.

“Kami menunjukkan bukti rekaman dan bekas luka di tubuh anak saya. Petugas UPTD menyarankan agar laporan segera dibuat ke polisi, dan mereka siap mendampingi,” tambah Burhan.

Pada Selasa (11/11/2025), Burhan bersama DF tampak keluar dari ruang Satreskrim Polres Tuba didampingi Kepala UPTD PPA Tulang Bawang, Herpan Afriza, serta stafnya.

“Benar, kami mendampingi korban DF yang masih di bawah umur. Ia dianiaya oleh AS dan seorang rekannya beberapa hari lalu,” jelas Herpan Afriza.

Menurut Herpan, pendampingan psikologis terhadap anak korban kekerasan merupakan hak yang dijamin oleh undang-undang. Ia menegaskan bahwa negara wajib hadir melindungi anak di bawah umur dari segala bentuk kekerasan.

“DF jelas termasuk anak di bawah umur yang mengalami trauma akibat penganiayaan. Kami sudah sampaikan laporan dan bukti ke pihak kepolisian. Sekarang kami menunggu langkah tegas Polres Tulang Bawang,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kanit PPA Satreskrim Polres Tulang Bawang, Deni, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan sudah kami terima. Untuk tindak lanjutnya nanti akan dijelaskan langsung oleh Kasat, karena beliau sedang bertugas di lapangan,” ujar Deni singkat.

Keluarga berharap kasus ini segera ditindaklanjuti dan para pelaku ditangkap agar korban mendapatkan keadilan serta pendampingan psikologis yang maksimal.

Fitrah

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest