Limapuluh Kota – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menerima bantuan Dana Siap Pakai (DSP) stimulan perbaikan dan pembangunan kembali rumah terdampak bencana alam banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem tahun 2025 sebesar Rp1,92 miliar dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi rumah kategori Rusak Ringan (RR) dan Rusak Sedang (RS) di dua kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Bukit Barisan dan Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota.
Penyerahan bantuan stimulan rumah rusak ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Pratikno, dan diikuti secara daring oleh Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, bersama unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta masyarakat penerima bantuan di Aula Kantor Bupati Sarilamak, Jumat (13/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang layak dan aman. Bantuan stimulan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak serta mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Limapuluh Kota. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang terdampak bencana. Pemerintah daerah akan memastikan proses penyaluran berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BNPB menyampaikan bahwa dana siap pakai ini merupakan bagian dari upaya respons cepat pemerintah dalam membantu daerah terdampak bencana. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan pendataan di lapangan oleh tim teknis.
Dengan adanya bantuan stimulan ini, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Bukit Barisan dan Kecamatan Gunuang Omeh dapat berjalan lebih cepat, sehingga masyarakat dapat kembali menempati rumah yang aman dan layak huni. Oyon






