Jember, investigasi.news- Banyaknya kondisi gedung sekolah di Kabupaten Jember yang rusak menjadi sorotan DPRD Kabupaten Jember, khususnya komisi D.
Akan tetapi, meskipun sudah rusak bertahun-tahun, sekolah tersebut tak kunjung diperbaiki.
Setelah dicari penyebabnya, sekolah-sekolah rusak di Jember tidak diperbaiki karena di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) ruangan di sekolah tersebut dalam keadaan baik.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi D bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, hari Jumat (13/2/2026), Wahyu Prayudi Nugroho atau yang lebih dikenal dengan sapaan Nuki memberikan informasi kepada sejumlah wartawan bahwa terdapat 432 ruang kelas (PAUD), 2.032 ruang (SD), 644 ruang (SMP) yang mengalami kerusakan ringan hingga berat.
“Hal ini sangat perlu untuk diperhatikan Pemerintah Jember mengingat demi kenyamanan proses belajar mengajar dan keselamatan siswa itu sendiri” Ungkap Nuki.
Alhamdulillah di tahun 2025, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember menerima bantuan revitalisasi sekolah terbesar nasional/Jawa Timur untuk tahun 2025-2026, dengan total anggaran mencapai Rp90 miliar.
“Anggaran 90 miliar telah direalisasikan ditahun 2025 kepada 124 satuan pendidikan (6 PAUD, 74 SD, 44 SMP)” ujar Politisi PDI Perjuangan, Wahyu.
Ia menambahkan untuk di tahun 2026, pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan telah mengusulkan 390 satuan pendidikan untuk mendapatkan revitalisasi.
“Semoga usulan di tahun 2026 tersebut dapat segera terealisasi sehingga proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar dan siswa bisa mendapatkan keselamatan dan kenyamanan dalam belajar” imbuh Nuki.
Selain itu, Nuki juga menambahkan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Jember lebih getol lagi memberikan sosialisasi yang komprehensif kepada sekolah-sekolah agar tidak terjadi kesalahpahaman, bahwa sebenarnya pihak kabupaten yakni Dispendik dan Ciptakarya melakukan survey untuk pengajuan, selanjutnya akan ada tim dari pusat yang menggandeng beberapa universitas seperti Unesa yang melakukan verifikasi layak tidaknya sekolah tersebut mendapatkan program revitalisasi.






