Karimun – Menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Ikatan Pemuda Parit Rempak Parit Lapis (IPRALIS) kembali menghidupkan tradisi pembuatan lampu colok di kawasan Parit Rempak, Jalan Pelabuhan Ro-Ro, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Kegiatan yang dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda dan warga ini menjadi agenda tahunan masyarakat setempat. Lampu colok tradisional tersebut dibuat menggunakan rangka kayu yang kemudian dihiasi lampu minyak tanah. Saat dinyalakan pada malam hari, lampu-lampu tersebut membentuk berbagai desain menarik, seperti gambar masjid dan ornamen Islami lainnya.
Ketua Pemuda Parit Rempak, Adnan, mengatakan tradisi pembuatan lampu colok tidak hanya menjadi bagian dari perayaan menyambut Idulfitri, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga.
“Setiap tahun kegiatan ini selalu kami laksanakan. Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga menjadi momen bagi masyarakat untuk bergotong royong sehingga menambah keakraban sesama warga,” ujar Adnan saat ditemui wartawan, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, proses pembuatan lampu colok biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh para pemuda dengan melibatkan masyarakat sekitar. Mulai dari pembuatan rangka hingga pemasangan lampu dilakukan secara bertahap hingga menghasilkan hiasan lampu yang indah saat malam hari.
Tradisi lampu colok sendiri sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat di Kabupaten Karimun setiap bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Bahkan, setiap tahunnya Pemerintah Kabupaten Karimun juga mengadakan penilaian terhadap lampu hias yang dibuat oleh masyarakat di berbagai kecamatan dan desa.
Penilaian tersebut dilakukan untuk memeriahkan suasana Ramadan sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif melestarikan tradisi lampu colok. Berbagai hadiah menarik pun disiapkan bagi kelompok atau wilayah dengan dekorasi lampu terbaik. Sapi’i









