Padang, investigasi.news – Terpilihnya Mardiansyah sebagai Ketua Umum Alumni Universitas Bung Hatta, Padang setelah melalui rangkaian proses yang ditetapkan oleh Panitia 9 Alumni UBH. Berdasarkan Musyawarah dan Mufakat penuh kekeluargaan, akhirnya kandidat Defrinasli mendukung Mardiansyah sebagai Ketua Umum Alumni UBH periode, 2026-2030 mendatang.
Musyawarah Besar (Mubes) sendiri dilaksanakan Sabtu (11/04) di gedung pertemuan Caraka lantai 3 Rektorat UBH dan di buka oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Pasymi,S.T,M.T yang mewakili Rektor UBH, dan di hadiri oleh seluruh peserta Mubes dan Alumni.
Mardiansyah Dihubungi melalui ponselnya Sabtu (11/04) siang mengucapkan terimakasih atas dukungan serta kepercayaan yang diberikan Para Alumni kepada dirinya, terkhusus kepada rival atau peserta lainnya.
Dalam wawancara dengan Ketua Umum Alumni UBH terpilih Mardiansyah dia mengungkapkan keinginan nya segera mewujudkan visi-misinya yang selama ini dia sampaikan.
“Pertama saya sampaikan bahwa hari ini Sabtu, tanggal 11 April 2026 adalah sejarah baru bagi alumni Universitas Bung Hatta (UBH) bahwa, telah suksesnya, terselenggaranya Mubes untuk pemilihan Ketua Umum Alumni Universitas Bung Hatta (UBH) Periode, 2026-2030 yang dilaksanakan oleh tim 9.
Dengan Hasil secara penuh kedewasaan, secara penuh kekeluargaan dan suasana persatuan yang solid untuk bisa mendapatkan satu Ketua Umum secara musyawarah dan mufakat atau aklamasi.
Ini juga tidak lepas dari pada jiwa besar dari kandidat Calon Ketua Umum (Caketum) Defrinasli yang dengan visi nya dan melihat kondisi nya dan dengan jiwa pengabdian nya menyatakan memberikan dukungan penuh ke saya sebagai Ketua Umum Alumni UBH di 2026-2030.
Tentu langkah yang diambil sama Defrinasli itu, saya sambut dengan baik, dengan penuh rasa hormat dan saya sampaikan sama beliau bahwa Defrinasli adalah sebagai adinda, dan sudah saya anggap sebagai adik, dan merupakan Alumni terbaik dari pada Universitas Bung Hatta, oleh karena itu tidak ada alasan bagi saya untuk senantiasa terus melibatkan nya dalam setiap kegiatan keorganisasian alumni UBH, dia akan menjadi orang terdekat saya terutama organisasi untuk bisa menjalankan berbagai peran nanti dalam melakukan organisasi.
Ini juga merupakan sejarah baru bagi seluruh alumni UBH bahwa nampak bagi saya semangat persatuan ingin bangkit, ingin kembali mengembalikan kejayaan almamater itu nampak di seluruh para peserta Mubes sehingga Mubes berjalan aman, damai dan penuh rasa kekeluargaan. Nah, modal dasar inilah yang saya kelola nanti untuk bisa membangun di tahap jangka pendek, tahap kepengurusan yang solid mewujudkan program-program yang selalu saya sampaikan di setiap proses masa Visi-misinya kemarin itu, program kerja dan terakhir tentu kita akan memberikan dampak yang terlihat baik manfaat bagi anggota maupun bagi kampus masyarakat sumbar sesungguhnya.
Dian, melanjutkan, Yang pertama tentu saya akan melakukan pembentukan kepengurusan DPP dahulu, saya ingin dalam setiap, bagan organisasi, kita rumuskan, itu sudah relevan, cocok dengan kebutuhan dari pada visi pengembangan organisasi ke depan.
Dan anggotanya saya ingin dimix’s (bercampur) jangan hanya terdiri dari pada para senior-senior yang sudah berpengalaman dalam organisasi, tapi saya juga ingin anak-anak muda, bahkan anak yang baru sangat muda pun, saya mau mereka masuk organisasi secara komposisi, kita memerlukan tenaga-tenaga muda yang bisa terus menjalankan organisasi dan nanti juga ada kader kita ke depan.
“Selanjutnya dalam waktu dekat juga, kita akan melakukan pembangunan data base alumni berbasis (ITE) yang harapan nya nanti final produk nya itu adalah Super app’s yang bisa di akses oleh semua pengguna Handphone sehingga dengan sangat mudah alumni untuk mendaftarkan dirinya untuk bisa menyampaikan aspirasinya dan juga menyampaikan, apa sih minat bidang usaha atau pun kegiatan yang sedang ditekuninya, sehingga dengan registrasi terukur nanti, registrasi nomor keanggotaan, kami dengan mudah memantau dimana posisi dan kegiatan para alumni.
Selama Masa Pengenalan, Dian terus membahas terkait dengan rencananya membangun Gedung Hatta Graha, dia akan segera mewujudkan pembangunan Command Center tersebut.
“Kami akan langsung secepat mungkin mengeksekusi Pembangunan Gedung Hatta Graha, Gedung Central (command Center) nya kegiatan alumni, ini harus segera kita tegak kan, di jangka menengah ini sebagai bukti bahwa kegiatan ke alumnian itu sudah terkoordinir dengan baik.
Terpilihnya Mardiansyah, dia akan mensinergikan semua program kerja baik jangka pendek dan jangka panjang.
“Tentu setelah berdirinya itu (Hatta Graha-red) kita membutuhkan suatu kegiatan berbasis ekonomi, kita akan bangun unit-unit usaha sesuai dengan bidang kompetensi sesuai dengan data base tadi, sehingga apapun peluang-peluang bisnis, itu kita minta ada peran dari semua pelaku usaha yang nota Bene nya adalah alumni UBH.
dan di jangka panjang, itu pula, kita akan melakukan estafet kepemimpinan, estafet kepengurusan dan estafet manajemen sistem sehingga sistim yang kami bangun ini di periode pertama saya ini, bisa menjadi sistim yang terus dikembangkan oleh siapapun kepengurusan esoknya.
Terhadap Mahasiswa Universitas Bung Hatta sendiri yang Masih Dalam Civitas Akademik, lanjut Dian, Dia berupaya akan memberikan pembengkakan serta sharing dengan civitas kampus.
“Sebenarnya keterikatan dengan adik-adik mahasiswa itu sudah ada, bukan tidak, cuma perlu di tambahkan lagi, hal-hal yang menjadi kewajiban para alumni untuk menampung kerja praktek adik-adik mahasiswa, itu tetap menjadi tujuan kita, itu tetap menjadi agenda kami, terus memberikan informasi lowongan-lowongan pekerjaan kepada para alumni, yang belum dapat pekerjaan, itu juga menjadi keharusan para alumni, syukur-syukur dan kemampuan dan otorisasinya Mendapatkan langsung orang itu bekerja.
“Terus yang kedua, kurikulum ilmu pengetahuan di kampus juga perlu di update, caranya bagaimana kami-kami yang diluar kampus (Alumni) yang sudah bergerak di bidang Praktisi, di bidang Profesional, datanglah ke Kampus memberikan Knowledge, Sharing sehingga bisa di dengarkan para Mahasiswa bahwa di luar itu membutuhkan Skill dan kompetensi seperti apa, jadi harus ada dua komunikasi yang timbal balik” Km

















