PURBALINGGA – Program TMMD Reguler ke-128 TA 2026 Kodim 0702/Purbalingga tak hanya difokuskan pada penyelesaian sasaran pembangunan selama kegiatan berlangsung. Lebih dari itu, keberlanjutan pembangunan pasca TMMD juga menjadi perhatian penting agar manfaat yang dirasakan masyarakat dapat terus berkembang ke depannya.
Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria S.Hub.Int., M.H.I. saat meninjau sejumlah sasaran pembangunan di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara. Menurutnya, semangat pembangunan yang sudah berjalan melalui TMMD perlu dilanjutkan oleh pemerintah desa agar berbagai keterbatasan yang belum terselesaikan dapat terus ditata secara bertahap.
Salah satu yang menjadi perhatian yakni akses penghubung antara Desa Krangean dan Desa Ponjen yang saat ini mulai terbuka melalui pembangunan jembatan penghubung. Meski demikian, masih terdapat sejumlah titik jalan yang dinilai perlu dilanjutkan penataannya agar akses tersebut benar-benar nyaman dan maksimal digunakan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah desa nantinya dapat melanjutkan apa yang masih menjadi keterbatasan dalam pembangunan TMMD ini, khususnya akses jalan dari Krangean menuju Ponjen yang masih perlu ditata kembali,” ujarnya, Selasa (15/5/2026).
Menurutnya, keberadaan jembatan yang kini telah dibangun akan menjadi akses penting bagi masyarakat dua desa maupun dua kecamatan. Karena itu, keberlanjutan pembangunan jalan dinilai sangat penting agar konektivitas antarwilayah benar-benar berjalan optimal.
Ia menjelaskan, keterbatasan dalam pelaksanaan TMMD membuat pengerjaan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Meski sejumlah sasaran utama telah berjalan baik, masih ada beberapa bagian yang diharapkan dapat diteruskan melalui dukungan pemerintah desa maupun pihak terkait setelah program TMMD selesai.
“Karena keterbatasan, tentu ada beberapa hal yang belum bisa diselesaikan secara maksimal. Harapannya nanti dapat dilanjutkan sehingga manfaat pembangunan ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Dandim menilai pembangunan yang berkelanjutan menjadi kunci agar hasil TMMD tidak berhenti hanya sebagai proyek fisik semata, tetapi mampu menjadi bagian dari perkembangan desa dalam jangka panjang.
Dengan akses yang semakin baik, ia berharap mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga kebutuhan pendidikan warga di kedua wilayah dapat semakin terbantu.
“Harapan kami pembangunan TMMD ini tidak berhenti hanya menjadi sebuah pembangunan saja, tetapi terus berkelanjutan dan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat di dua desa maupun dua kecamatan,” tegasnya.
Di tengah proses pembangunan yang terus berjalan, harapan itu menjadi gambaran bahwa TMMD bukan sekadar menghadirkan perubahan sementara. Lebih dari itu, TMMD diharapkan mampu menjadi awal dari pembangunan yang terus tumbuh melalui sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat demi kemajuan wilayah ke depan.(Scm)



















