Banner iklan

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tegaskan Transformasi layanan pertanahan tutup gerak mafia

More articles

Nasional,Investigasi.News – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan bahwa transformasi layanan pertanahan untuk menutup celah sistem yang dapat dimanfaatkan mafia tanah.

“Mafia itu akan hidup kalau ada lubang-lubang, ada wilayah abu-abu,” kata Menteri Nusron dalam keterangannya di Jakarta Selasa.

Menurut dia, Kementerian ATR/BPN berupaya menutup ruang gerak mafia tanah upaya tersebut dilakukan dengan menetapkan kebijakan percepatan waktu pelayanan yang juga didukung dengan pengintegrasian data pertanahan dan data pemerintah daerah.

Salah satu hal yang dinilai berisiko menjadi celah bagi mafia tanah adalah perbedaan data antara data pemerintah daerah dan pertanahan, seperti Nomor Objek Pajak (NOP) dan Nomor Induk Bidang (NIB).

Untuk itu, Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Tito Karnavian, menyepakati bahwa integrasi NIB dan juga NOP menjadi bagian dari Surat Edaran Bersama (SEB) Kementerian ATR/BPN dan Kemendagri yang mendorong kerja sama di tingkat kabupaten/kota.

“Kami ingin transformasi pelayanan, memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Kalau datanya bagus, saya kira percepatan pelayanan ini justru malah menutup ruang geraknya mafia,” ujarnya.

Kementerian ATR/BPN juga memperkuat kepastian waktu pelayanan pertanahan agar proses yang berlarut tidak menjadi alasan bagi oknum mafia tanah untuk menawarkan jasa pengurusan kepada masyarakat.

Salah satu wujud penguatan dilakukan dengan penetapan layanan Peralihan Hak 10 Hari, yang akan diterapkan bertahap mulai 17 Agustus 2026 di 17 kabupaten/kota.

Menurut Menteri Nusron, pemberantasan mafia tanah tidak cukup dilakukan melalui penindakan. Perbaikan sistem pelayanan dan peningkatan integritas sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting untuk mencegah ruang gerak mafia sejak awal.

“Justru dengan adanya transparansi, percepatan dan integrasi data ini, justru menutup peluang aksi daripada mafia. Karena, yang namanya melawan mafia yang paling efektif itu tidak sekadar menangkap, tapi yang paling penting adalah memperbaiki sistem sama meningkatkan integritas SDM,” katanya menambahkan. (Wahyu)

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest