AGAM — Upaya memperkuat mitigasi bencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Agam. Bersama TNI, Polri, dan masyarakat, Pemkab Agam menanam rumpun bambu dan pohon produktif di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-1 Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol tersebut menjadi langkah nyata untuk membangun ketahanan lingkungan dan mengurangi risiko bencana di daerah yang pernah terdampak bencana hidrometeorologi.
Asisten Administrasi Umum Setda Agam, Syatria, mengatakan penanaman pohon bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi juga bagian dari ikhtiar bersama untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
“Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari potensi bencana,” ujarnya.
Menurut Syatria, bambu memiliki manfaat ekologis yang cukup besar. Tanaman tersebut dapat membantu memperkuat struktur tanah sekaligus mengurangi risiko erosi.
Ia menilai pengalaman bencana yang terjadi pada akhir 2025 harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar upaya mitigasi dan kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi.
“Peristiwa yang terjadi di akhir tahun 2025 menjadi pembelajaran bagi kita semua. Karena itu, kesiapsiagaan dan upaya mitigasi harus terus kita lakukan,” katanya.
TNI: Langkah Kecil untuk Keselamatan di Masa Depan
Dandim 0304/Agam, Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro, menyebut kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus bagian dari upaya mempercepat pemulihan wilayah pascabencana.
“Ini salah satu bentuk wujud hadirnya negara saat masyarakat mendapatkan suatu musibah. Pemerintah, TNI, dan Polri bersama-sama untuk memulihkan agar dampak dari bencana tersebut tidak terlalu lama dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penanaman bambu dan pohon produktif mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan secara konsisten dan dirawat dengan baik, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Apa yang kita laksanakan hari ini adalah hal kecil, tetapi mungkin suatu saat akan banyak berdampak kepada keselamatan masyarakat dan alam kita ke depannya,” katanya.
Salareh Aia Terus Bangkit Pascabencana
Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami, mengatakan wilayahnya menjadi salah satu daerah yang terdampak banjir bandang pada 27 November 2025.
Meski demikian, proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap dengan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga sarana pendidikan dan tempat ibadah.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah masuk dalam tahapan pascapemulihan. Berbagai bantuan telah kami terima, baik untuk infrastruktur, sarana pendidikan maupun pembangunan tempat ibadah,” ungkapnya.
Kegiatan penanaman tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Agam, DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah nagari, lembaga kemasyarakatan, guru, serta tenaga pendidik.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui perawatan tanaman, pemulihan lingkungan, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Dengan menanam hari ini, pemerintah bersama masyarakat menyiapkan perlindungan untuk masa depan—sebuah langkah sederhana yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan Nagari Salareh Aia menghadapi ancaman bencana.
Daji




