Bukittinggi — Sejumlah wartawan di Kota Bukittinggi menggelar aksi doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan bencana erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jam Gadang, Minggu sore, diikuti sejumlah insan pers dari berbagai media. Doa bersama digelar dengan harapan agar kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dan diberikan keselamatan.
Aksi solidaritas itu turut dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bukittinggi Asrial Gindo, Kepala Stasiun RRI Bukittinggi Abdul Ghafar, serta Ketua Bukittinggi Press Club (BPC) Al Fatah.
Abdul Ghafar mengatakan wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk saat meliput peristiwa bencana yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Menurutnya, keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian bersama karena mereka berada di garis depan dalam menghadirkan informasi yang dibutuhkan publik.
“Wartawan bekerja untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dalam situasi kebencanaan, tugas tersebut sering kali dihadapkan pada berbagai risiko sehingga aspek keselamatan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ketua PWI Bukittinggi Asrial Gindo menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa para jurnalis tersebut. Ia berharap upaya pencarian dapat terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban ditemukan.
“Solidaritas ini merupakan bentuk kepedulian sesama wartawan. Kita berharap rekan-rekan yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dan berada dalam keadaan selamat,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua BPC Al Fatah. Ia menilai aksi doa bersama tersebut merupakan wujud kebersamaan dan rasa persaudaraan di kalangan insan pers.
Menurutnya, tugas jurnalistik, terutama dalam peliputan kebencanaan, membutuhkan kesiapsiagaan dan kehati-hatian yang tinggi. Karena itu, dukungan terhadap keselamatan wartawan menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.
“Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rekan-rekan yang hilang segera ditemukan. Keselamatan wartawan harus menjadi perhatian semua pihak,” ujarnya.
Kegiatan doa bersama berlangsung khidmat dan mendapat perhatian masyarakat serta wisatawan yang berada di kawasan Jam Gadang. Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan moral dari insan pers Bukittinggi bagi para jurnalis yang tengah menghadapi situasi darurat saat menjalankan tugas jurnalistik.
:::writing
Berita ini sudah disusun dengan gaya liputan, menghilangkan kalimat yang berulang dan opini berlebihan, serta tetap sesuai prinsip KEJ jurnalistik. (Yas)










