Diduga Selewengkan 4.000 Liter Solar Subsidi, SPBU Teuku Umar Disegel Sementara

More articles

Jember – SPBU Teuku Umar di Kabupaten Jember disegel sementara setelah ditemukan indikasi penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar hingga sekitar 4.000 liter. Penyegelan dilakukan setelah temuan tersebut mencuat dalam kunjungan lapangan Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Hariadi, pada Sabtu (14/3/2026).

Bambang mengatakan pihaknya menemukan indikasi penyalahgunaan solar subsidi dalam jumlah besar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

“Semalam kami menemukan adanya dugaan penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar sekitar 4.000 liter. Karena itu hari ini kami datang ke SPBU Teuku Umar untuk dilakukan penutupan dan penyegelan sementara,” ujar Bambang.

Temuan tersebut langsung memicu respons dari berbagai pihak, termasuk organisasi pengusaha SPBU di wilayah Besuki.

Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, mengaku pihaknya juga telah menerima informasi terkait dugaan kecurangan tersebut sejak sehari sebelumnya.

Menurut Ikbal, informasi awal disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Jember, David Handoko, yang melaporkan adanya indikasi penyimpangan distribusi BBM subsidi di SPBU tersebut.

“Kami pada malam sebelumnya (13 Maret 2026) juga dihubungi Saudara David Handoko terkait dugaan kecurangan yang dilakukan oleh SPBU Teuku Umar,” kata Ikbal saat dihubungi wartawan Investigasi.news.

Ikbal menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM sebenarnya telah dilakukan secara ketat oleh Pertamina, mulai dari proses pengiriman hingga BBM masuk ke tangki pendam di SPBU.

Namun demikian, ia mengakui masih ada oknum yang mencoba melakukan pelanggaran.

“Berbagai aktivitas di SPBU sebenarnya dapat dipantau oleh Pertamina. Bahkan distribusi BBM hingga masuk ke tangki pendam juga bisa diawasi. Tapi tetap saja masih ada yang nekat melakukan kecurangan,” tegasnya.

Ia berharap kasus yang menimpa SPBU Teuku Umar menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola SPBU, khususnya anggota Hiswana Migas di wilayah Besuki, agar tidak melakukan penyimpangan terhadap BBM subsidi.

“Ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh anggota DPC Hiswana Migas Besuki agar tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Sementara itu, untuk menjaga stabilitas pasokan BBM bagi masyarakat, Pertamina langsung mengalihkan sementara distribusi BBM dari SPBU Teuku Umar ke SPBU lain di wilayah Jember, salah satunya SPBU Sabtuan.

Langkah tersebut dilakukan agar ketersediaan BBM, khususnya solar subsidi, tetap terjaga selama proses penyegelan berlangsung.

Ikbal menegaskan bahwa SPBU yang terbukti melakukan penyimpangan terhadap BBM subsidi tidak hanya menghadapi sanksi administratif, tetapi juga wajib mengganti kerugian kepada BPH Migas.

“Kalau terbukti melakukan kecurangan terhadap BBM subsidi, tentu harus mengganti kerugian kepada BPH Migas. Belum lagi sanksi yang akan diberikan. Bukannya untung, malah buntung,” pungkasnya. JS

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest