Kotamobagu,Investigasi.News– Pemerintah Kota Kotamobagu resmi membuka Pasar Senggol tahun 2026 yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri, Sabtu (14/03/2026).
Pembukaan pasar musiman yang dipusatkan di lokasi eks Rumah Sakit Datoe Binangkang tersebut, disambut antusias oleh para pedagang maupun warga yang datang untuk berbelanja berbagai kebutuhan lebaran.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wali Kota Kotamobagu yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Kotamobagu, Sahaya Subagio Mokoginta, S.STP, M.E.
Dalam kesempatan itu, Sahaya menyampaikan bahwa keberadaan Pasar Senggol menjadi wadah bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan pendapatan, sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga yang relatif terjangkau.
“Pemerintah Daerah tentu sangat mengapresiasi pelaksanaan pasar senggol kali ini karena terwujud dan terlaksana, kolaborasi yang positif antara Asosiasi dan pemuda kampung baru serta pedagang sehingga ini menjadi motor penggerak ekonomi di Kota Kotamobagu. Selain Pasar Senggol ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal,”ujar Sahaya.
Menurtnya bahwa penetapan lokasi Pasar Senggol di area eks Rumah Sakit Datoe Binangkang bertujuan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan aman.
“Penetapan lokasi di eks RS Datu Binangkang ini adalah pilihan yang tempat dalam rangka menjamin pelaksanaan keamanan dan ketertiban dengan maksud dan tujuan tidak ada pasar senggol bayangan atau Ilegal diluar dari pada tempat yang ditentukan,” tegasnya.
Tidaka hanya itu matan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor ini juga mengimbau kepada seluruh pedagang dan pengunjung agar bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, serta keamanan selama pelaksanaan Pasar Senggol berlangsung.
“Pemerintah berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana tetap aman, nyaman, dan tertib sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar hingga selesai,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Poyowa Kecil, Sarjan Korompot, meminta kepada instansi terkait agar melakukan penertiban terhadap pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Kartini.
“Sebagai ketua Asosiasi pedagang Saya meminta kepada dinas terkait untuk melaksanakan penertiban bagi para pedagang yang berada di depan – depan Toko jalan Kartini, bagaimana kita menyukseskan program pemerintah kalau tidak ada perhatian dari pemerintah sendiri,” pungkasnya.
Terpisah para pedagang mengaku bersyukur karena Pasar Senggol kembali dibuka tahun ini. Mereka berharap momentum Ramadan dan Idul Fitri dapat membawa berkah serta meningkatkan omzet penjualan dibanding hari-hari biasa.
Dengan dibukanya Pasar Senggol Kotamobagu 2026, pemerintah berharap kegiatan ekonomi masyarakat semakin tumbuh dan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan pedagang maupun masyarakat yang memanfaatkan pasar tersebut.(**)










