Malang, investigasi.news — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi ribuan kader kesehatan desa dan kelurahan, Dinkes menyalurkan insentif tahunan kepada 25.705 kader pada tahun 2025 ini.
Insentif sebesar Rp1 juta per orang tersebut diberikan melalui skema hibah kepada paguyuban kader kesehatan di seluruh Kabupaten Malang. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Dinkes untuk terus membangun semangat dan motivasi kader sebagai mitra penting tenaga kesehatan di lapangan.
“Para kader ini adalah ujung tombak Dinas Kesehatan. Mereka berjasa besar dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari edukasi hingga pendampingan. Insentif ini bentuk terima kasih kami atas pengabdian mereka,” ujar Plt Sekretaris Dinkes Kabupaten Malang, Gunawan Djoko Untoro, Senin (15/7).
Gunawan menjelaskan, total kader kesehatan aktif hingga Juni 2025 tercatat sebanyak 26.757 orang. Setelah proses verifikasi administrasi, sebanyak 25.705 kader telah dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima hibah.
Proses penyaluran dilakukan melalui pengajuan paguyuban kader kepada Plt Kepala Dinkes, disusul dengan verifikasi berkas, penyusunan Surat Keputusan (SK) penerima hibah, serta penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Setelah itu, dana disalurkan ke rekening paguyuban tingkat kabupaten untuk diteruskan ke tingkat desa, dan selanjutnya diberikan langsung kepada para kader.
“Semua tahapan dilakukan dengan akuntabel dan transparan. Kami ingin memastikan seluruh kader yang layak, benar-benar menerima haknya,” tegas Gunawan.
Lebih dari sekadar relawan, para kader kesehatan memiliki peran krusial. Mereka membantu pelaksanaan survei kesehatan, memberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin, serta menjalin koordinasi dengan tenaga medis di desa. Mereka juga aktif dalam mencatat dan melaporkan kondisi kesehatan masyarakat setempat.
Melalui program ini, Dinkes Kabupaten Malang ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, khususnya di pelosok desa, mendapatkan akses informasi dan pelayanan kesehatan yang layak. Peran kader menjadi jembatan antara sistem kesehatan dan kebutuhan nyata warga.
“Kami di Dinas Kesehatan akan terus hadir, bekerja, dan melayani. Karena kesehatan masyarakat adalah fondasi utama kemajuan Kabupaten Malang,” tutup Gunawan.
Adv / Guh






