Agam, Investigasi.News – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Agam kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran zakat kepada 390 mustahik yang tersebar di 16 kecamatan. Total zakat yang didistribusikan mencapai Rp799.675.000, disalurkan melalui lima program unggulan, yakni Agam Makmur, Agam Peduli, Agam Cerdas, Agam Sehat, dan Agam Taqwa.
Penyaluran perdana dilaksanakan di Masjid Agung Nurul Falah, Lubuk Basung, Selasa (14/7), dan dihadiri Staf Ahli Bupati Agam Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dandi Pribadi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si., serta jajaran BAZNAS Kabupaten Agam.
Ketua BAZNAS Kabupaten Agam, Isman Imran, mengatakan pendistribusian zakat dilakukan secara bertahap agar pelayanan kepada para mustahik dapat berjalan lebih maksimal sekaligus memastikan bantuan diterima tepat sasaran.
“Hari pertama kami menyalurkan bantuan kepada mustahik dari Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, Tanjung Raya, Ampek Nagari, Palembayan, dan Matur. Total penerima sebanyak 120 mustahik,” ujar Isman.
Ia menjelaskan, pada tahap pertama tersebut BAZNAS menyalurkan bantuan melalui Program Agam Peduli sebesar Rp15.100.000 kepada enam mustahik, Agam Sehat sebesar Rp30.175.000 kepada 23 mustahik, Agam Cerdas sebesar Rp155.200.000 kepada 83 mustahik, serta Agam Taqwa sebesar Rp24.000.000 kepada delapan mustahik.
Penyaluran kemudian dilanjutkan pada Rabu (15/7) bagi mustahik dari Kecamatan Palupuh, Kamang Magek, Ampek Angkek, Baso, dan Tilatang Kamang. Pada tahap ini, sebanyak 137 mustahik menerima bantuan dengan total nilai Rp287.500.000, yang didominasi Program Agam Cerdas untuk 123 penerima.
Sementara itu, tahap terakhir akan dilaksanakan pada Kamis (16/7) bagi mustahik di Kecamatan Banuhampu, Sungai Pua, Malalak, IV Koto, dan Canduang. Sebanyak 133 mustahik akan menerima bantuan melalui Program Agam Peduli, Agam Sehat, Agam Cerdas, dan Agam Taqwa.
Staf Ahli Bupati Agam Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dandi Pribadi, mengapresiasi konsistensi BAZNAS Agam dalam mengelola dana zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, sistem pengelolaan zakat yang diterapkan BAZNAS Agam bahkan telah menjadi contoh bagi daerah lain. Hal itu dibuktikan dengan kunjungan studi BAZNAS Kabupaten Pesisir Selatan yang mempelajari pola pendistribusian zakat di Kabupaten Agam.
“Kepercayaan para muzaki harus terus dijaga melalui penyaluran zakat yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para mustahik,” ujar Dandi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si., turut memberikan apresiasi terhadap sinergi yang dibangun BAZNAS dalam mendukung program perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Agam.
Menurut Villa Erdi, zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara profesional dan tepat sasaran.
“Kami mengapresiasi kinerja BAZNAS Kabupaten Agam yang terus berkomitmen membantu masyarakat melalui berbagai program produktif maupun bantuan sosial. Sinergi antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Agam sangat penting dalam memperkuat perlindungan sosial, mengurangi angka kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Villa Erdi.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, para muzaki, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas dan menjadi salah satu pilar pembangunan kesejahteraan di Kabupaten Agam.
Melalui penyaluran zakat senilai hampir Rp800 juta tersebut, BAZNAS Kabupaten Agam kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya menghimpun dana umat, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi demi mewujudkan masyarakat Agam yang lebih sejahtera.
Daji



