Iklan muba

Dari Lumpur Menuju Harapan: TMMD ke-128 Ubah Wajah Desa Krangean

More articles

Purbalingga – Pagi itu, langkah kecil anak-anak sekolah di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah kembali menembus jalan berlumpur.

Sepatu mereka basah. Seragam bagian bawah mulai kecokelatan terkena cipratan tanah. Di kanan kiri jalan sempit itu, genangan air masih tersisa selepas hujan semalam. Namun mereka tetap berjalan.

Bagi warga Desa Krangean, lumpur bukan sekadar tanah basah yang mengotori kaki dan kendaraan. Lumpur adalah simbol panjangnya keterbatasan yang selama bertahun-tahun mereka hadapi.

Masyarakat dan satgas TMMD saat gotongroyong pembangunan jalan

Saat musim hujan tiba, jalan desa berubah menjadi kubangan licin yang sulit dilalui. Kendaraan roda empat harus bergantian melintas di jalur sempit. Bahkan ambulans kerap kesulitan menjangkau rumah warga dalam kondisi darurat.

Di desa kecil yang berada di kaki perbukitan Kabupaten Purbalingga itu, keterlambatan akses sering kali menjadi pertaruhan keselamatan.

“Kalau hujan dulu kendaraan sering nggak bisa masuk. Kami kalau mau bawa hasil gula merah keluar desa juga susah sekali,” ujar Sugino (54), warga Desa Krangean RT 01/RW 05.

Gotong royong angkat material  untuk pembangunan jalan

Desa Krangean dikenal sebagai salah satu sentra penghasil gula merah tradisional. Hampir setiap hari, asap tungku kayu mengepul dari rumah-rumah warga yang mengolah nira menjadi gula merah.

Namun buruknya akses jalan membuat hasil kerja keras masyarakat sering terkendala distribusi.Biaya angkut membengkak. Pemasaran tersendat. Harga jual menurun.

Tak hanya itu, Program Makan Bergizi Gratis juga sempat terdampak akibat sulitnya akses menuju wilayah sasaran. Relawan harus berjalan kaki melewati jalan berlumpur, sementara sebagian penerima manfaat terpaksa menggunakan jasa ojek dengan biaya yang bahkan lebih besar dibanding nilai bantuan yang diterima.

Lumpur di Krangean kala itu seolah menjadi gambaran tentang harapan warga yang berjalan tertatih.

Namun kini, keadaan perlahan mulai berubah. Harapan masyarakat Desa Krangean mulai menemukan jalannya sejak program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga resmi dibuka pada 22 April 2026.

Selama satu bulan pelaksanaan hingga 21 Mei 2026, Satgas TMMD manunggal bersama masyarakat bergerak membangun desa dari berbagai sektor.

Di lokasi TMMD, suara molen pengaduk semen kini berpadu dengan semangat gotong royong warga dan prajurit TNI yang bekerja sejak pagi hingga sore hari.

Di sinilah TMMD perlahan “menenun” jalan harapan bagi masyarakat Krangean. Sedikit demi sedikit, jalan yang dulu penuh lumpur mulai berubah menjadi akses yang layak bagi warga desa.

Hingga Sabtu (16/5/2026), progres pembangunan menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Pelebaran jalan sepanjang 1.173 meter dengan lebar lima meter telah mencapai 100 persen. Talud sepanjang 128 meter dan drainase sepanjang 175 meter juga selesai dikerjakan.

Pembangunan dan pelebaran plat beton di sejumlah titik hampir seluruhnya rampung. Sementara pembangunan rabat beton sepanjang 529 meter mencapai progres 93 persen.

Yang paling menyita perhatian warga adalah proses pengaspalan jalan sepanjang 324 meter yang kini telah mencapai 80 persen.

Aspal hitam yang mulai membelah Desa Krangean seolah menjadi jawaban atas doa panjang masyarakat selama ini.

Tak hanya pembangunan jalan, TMMD juga menghadirkan pembangunan Jembatan Garuda atau Jembatan Armco yang menjadi akses strategis penghubung Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara dengan Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga.

Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar bangunan beton dan besi. Ia adalah penghubung kehidupan.

Penghubung anak-anak menuju sekolah. Penghubung ambulans menuju warga yang membutuhkan pertolongan. Penghubung hasil pertanian dan gula merah menuju pasar yang lebih luas.

Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I menegaskan bahwa TMMD hadir untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa.

“TMMD bukan hanya membangun fisik semata, tetapi membangun harapan dan masa depan masyarakat. Kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, terutama dalam mempercepat akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Dandim, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan di Desa Krangean.

“Kami melihat antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa pembangunan akan berhasil ketika dikerjakan bersama-sama,” katanya.

Kunjungan Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, bersama Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Sterad pada Senin (12/5/2026) semakin memperkuat optimisme masyarakat terhadap keberhasilan program TMMD.

Dalam kunjungannya, Dimas mengapresiasi kinerja Satgas TMMD dan semangat gotong royong warga yang dinilai mampu mempercepat pembangunan desa.

“Kami melihat langsung bagaimana TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi membuka akses kehidupan masyarakat. Ketika jalan terbuka, ekonomi bergerak, pendidikan anak-anak lebih mudah dijangkau, dan pelayanan masyarakat menjadi lebih cepat,” ujarnya.

Ia menilai program TMMD menjadi bentuk nyata kolaborasi antara TNI, Polri pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

“Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus dijaga. Karena pembangunan desa akan berhasil ketika seluruh elemen bergerak bersama,” kata Dimas.

Selain pembangunan fisik, TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Sebanyak 10 unit Rumah Tidak Layak Huni direnovasi dengan progres rata-rata di atas 90 persen. Lima unit MCK, sumur bor, dan pipanisasi dibangun untuk membantu kebutuhan air bersih warga.

Program ketahanan pangan dilakukan melalui pengolahan lahan pertanian seluas 2,5 hektare dan bantuan 2.000 bibit ikan lele bagi masyarakat.

Sebanyak 7.300 pohon ditanam sebagai bagian dari penghijauan lingkungan dan pencegahan longsor. Sementara 100 paket bantuan stunting disalurkan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Berbagai kegiatan nonfisik juga digelar mulai dari penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, bahaya narkoba, pertanian, UMKM, hingga pelayanan administrasi kependudukan.

Bagi warga Desa Krangean, TMMD bukan sekadar program pembangunan. TMMD menghadirkan keyakinan baru bahwa desa mereka tidak lagi berjalan sendirian dalam keterbatasan.

“Sekarang jalan sudah mulai bagus dan diaspal. Kami senang sekali karena akses jadi lebih mudah. Mudah-mudahan ekonomi warga juga ikut meningkat,” kata Misdi (61), warga Desa Krangean RT 02/RW 05.

Menjelang sore, aktivitas pembangunan masih terus berlangsung. Anak-anak mulai bermain di tepi jalan baru yang perlahan mengering setelah diaspal. Warga duduk di depan rumah sambil memandangi perubahan yang selama ini hanya mereka bayangkan.

Kini, lumpur yang dulu melekat di jalan-jalan Desa Krangean perlahan berganti menjadi hamparan harapan.

Aspal mulai terbentang. Jembatan mulai menghubungkan kehidupan. Anak-anak desa bisa berangkat sekolah dengan lebih mudah. Ambulans tak lagi tertahan di jalan sempit. Dan warga akhirnya percaya, bahwa perhatian negara benar-benar telah sampai ke desa mereka.

Dari Desa Krangean, TMMD kembali membuktikan bahwa membangun negeri selalu dimulai dari mendengar harapan rakyat kecil.

TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga, satukan langkah, membangun negeri dimulai dari desa. Scm

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest