Payakumbuh — Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengingatkan pentingnya peran orangtua dan guru dalam mendampingi anak-anak menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Menurut dia, kemajuan teknologi menghadirkan berbagai manfaat, tetapi juga menyimpan risiko apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan pembinaan yang memadai.
Pesan itu disampaikan Elzadaswarman saat menjadi pembina Apel Akbar Lembaga Didikan Subuh (LDS) Kota Payakumbuh di halaman Balai Kota Payakumbuh, Selasa (17/06/2026).
Penguatan peran keluarga, sekolah, dan lembaga pendidikan keagamaan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman dalam membangun generasi yang religius, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi identitas daerah.
Di tengah semakin luasnya akses anak terhadap perangkat digital dan media sosial, Elzadaswarman menilai keluarga tetap menjadi benteng utama dalam membentuk karakter dan perilaku generasi muda. Karena itu, peran orangtua tidak dapat digantikan oleh teknologi maupun lembaga pendidikan.
“Tugas pembinaan anak bukan hanya tugas guru, tetapi juga orangtua. Anak-anak sekarang mempunyai tantangan yang berbeda dengan zaman dahulu. Tantangan terbesar mereka adalah kemajuan teknologi informasi,” kata Elzadaswarman.
Menurut dia, teknologi informasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kemudahan memperoleh informasi dan berkomunikasi harus dibarengi dengan kemampuan menyaring berbagai pengaruh yang dapat berdampak buruk terhadap perkembangan anak.
Karena itu, orangtua diminta lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak, termasuk penggunaan gawai dan media sosial yang kini dapat diakses dengan mudah.
“Pandailah mengontrol mereka sehingga tidak terjebak dalam pengaruh negatif teknologi yang bisa diakses secara bebas,” ujarnya.
Elzadaswarman menuturkan pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Guru berperan menanamkan ilmu pengetahuan, nilai agama, dan moral, sementara orangtua menjadi pendamping utama yang membentuk kebiasaan dan karakter anak dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) masih memiliki peran penting dalam memperkuat pendidikan keagamaan di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
“Pembinaan generasi muda sangatlah penting. Untuk itu peran TPQ sebagai pelopor pendidikan agama di usia dini sangat dibutuhkan sebagai peletak dasar keimanan sekaligus benteng dari berbagai pengaruh negatif,” katanya.
Menurut Elzadaswarman, kualitas generasi masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kekuatan karakter, akhlak, serta ketahanan moral dalam menghadapi perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi antara keluarga, sekolah, TPQ, MDTA, tokoh agama, dan masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlakul karimah.
“Pembinaan TPQ sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan memiliki landasan agama yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Elzadaswarman juga menyampaikan apresiasi kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI), pengurus LDS Kota Payakumbuh, serta para guru TPQ dan MDTA yang selama ini konsisten membina anak-anak melalui pendidikan agama.
Ia berharap sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah dapat terus diperkuat sehingga anak-anak Payakumbuh tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
“Kami berharap sinergi antara orangtua, guru, TPQ, MDTA, dan pemerintah terus terjalin kuat sehingga anak-anak Payakumbuh tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlakul karimah, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” pungkasnya. (MC/Oyon)







