Bintuni — Pameran Inovasi Daerah Kabupaten Teluk Bintuni 2026 dinilai bukan sekadar ajang memamerkan berbagai terobosan pemerintah daerah, tetapi harus menjadi momentum untuk memastikan setiap inovasi benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Bintuni, Dr. Daniel Dudung, S.E., M.M., mengapresiasi pelaksanaan pameran tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting bagi pemerintah daerah dan seluruh perangkat daerah untuk memperkenalkan sekaligus mengevaluasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pameran inovasi ini sangat baik karena masyarakat bisa melihat langsung apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah. Ini menjadi bagian dari upaya untuk terus mendorong kemajuan Teluk Bintuni,” ujar Daniel saat mengunjungi pameran pada hari kedua, Jumat (14/8/2026).
Menurut Daniel, kehadiran berbagai inovasi dalam pameran harus menjadi gambaran nyata dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Namun, ia mengingatkan agar inovasi tidak berhenti sebagai pajangan selama kegiatan pameran berlangsung.
“Inovasi-inovasi seperti ini harus terus dikembangkan. Jangan berhenti hanya di pameran. Pemerintah harus hadir memberikan pelayanan yang lebih baik dan mudah diakses masyarakat,” tegasnya.
Soroti Inovasi di Sektor Pendidikan
Selain mengapresiasi pelaksanaan Pameran Inovasi Daerah, Daniel memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan sektor pendidikan di bawah kepemimpinan Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara.
Ia menilai, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni telah melakukan sejumlah langkah dalam memperkuat tata kelola pendidikan, termasuk melalui pemanfaatan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk mendukung pengelolaan dan pendataan pendidikan.
“Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni telah melakukan langkah-langkah yang baik, termasuk pemanfaatan Dapodik dalam mendukung pengelolaan dan pendataan pendidikan,” kata Daniel, yang pernah menjabat sebagai Pejabat Sekretaris pada dinas tersebut.
Menurutnya, pemanfaatan sistem data yang baik menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pendidikan disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang ada di lapangan.
Daniel pun mendorong seluruh perangkat daerah agar tidak berhenti menciptakan inovasi, tetapi terus melakukan pengembangan dan menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.
“Inovasi harus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Jangan hanya dibuat untuk terlihat bagus, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” ujarnya.
Daniel yang juga merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) berharap budaya inovasi dapat tumbuh secara konsisten di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, semakin kuat budaya inovasi, semakin besar pula peluang pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik.
42 Stan Tampilkan Inovasi Daerah
Untuk diketahui, Pameran Inovasi Kabupaten Teluk Bintuni 2026 berlangsung pada 13–16 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIT di Gedung Serbaguna (GSG) Bintuni.
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy tersebut menghadirkan 42 stan utama yang menampilkan berbagai inovasi daerah dan layanan publik gratis. Pameran juga dirangkaikan dengan hiburan malam dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Bagi pemerintah daerah, pameran ini menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai terobosan. Namun bagi masyarakat, ukuran keberhasilan inovasi pada akhirnya bukan seberapa menarik dipamerkan, melainkan seberapa nyata manfaatnya dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jhonsa







