Padang Panjang, investigasi news – Mantan Kepala Dinas Sosial Martoni Mengaku bahwa di saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial saat itu tidak ada temuan, dia juga menyebut yang bermasalah itu kepala dinas setelahnya menyampaikan ke media melalui pesan WhatsApp senin (15/09) kemarin.
“Gak da pak, Dan gak da temuan” tulisnya
Dia menuding informasi media tersebut keliru dan balik bertanya bendahara mana yang mengundurkan diri.
“Bendahara yang mano tu mengundurkan diri..??” Tanya nya.
Dia malah menyebut yang berkasus itu adalah Kepala Dinas setelahnya.
“Mungkin kasus saat kadis berikutnya, tapi gak bisa komen, bukan ranah kita”
Dia juga mengatakan bahwa kegiatan di zamannya menjabat sebagai kepala dinas sosial baik-baik saja dan bersih.
“Mohon maaf pak, seluruh kegiatan di dinsos saat menjabat udah di audit bpk, tidak ada temuan atau fiktif. Apalagi stelah dibaca yang ditulis, nama dinas juga keliru, bendahara juga mengundurkan diri karna tekanan juga keliru. Saat menjabat ndak da bendahara mengundurkan diri.” Katanya.
Diberitakan Sebelumnya
Dugaan penggunaan anggaran SPPD Fiktif pada tahun 2017-2018 lalu kembali mencuat ke tengah publik, pasalnya pada saat itu penggunaan SPPD pada Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Padang panjang di yakini tidak wajar sehingga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah.
“Memang benar, pada tahun itu penggunaan SPPD di Dinsos sempat jadi perbincangan ditengah masyarakat karena diyakini tidak tepat sasaran sehingga potensi kerugian keuangan daerah pada saat itu terjadi, hanya saja pada tahun itu inspektorat tidak melakukan audit atau pemeriksaan internal sehingga diam begitu saja” kata salah satu sumber media yang enggan namanya di tulis.
Informasi yang diperoleh media bahwa akibat penggunaan anggaran SPPD itu tidak tepat sasaran dan peruntukannya Bendahara pun saat itu mengundurkan diri dari jabatannya
“Iya benar, bendahara saat itu tidak sanggup menghadapi tekanan pimpinan atas pengeluaran yang tidak tepat sasaran dan peruntukannya.
Anggaran untuk SPPD waktu itu mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tapi apa sebab terjadinya lonjakan anggaran SPPD saat itu, saya juga tidak tahu silahkan tanya langsung pada Kepala Dinas saat itu” ujarnya berlalu
Terpisah mantan Kepala Dinas Sosial Martoni di hubungi melalui ponselnya Minggu (14/09) tidak menjawab ditinggalkan pesan pun tidak membalas hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan dari Mantan Kadis Sosial itu.
Km






