Bukittinggi, investigasi.news— Kota Bukittinggi yang dipercaya sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat setelah 32 tahun, menargetkan kesuksesan penyelenggaraan sekaligus prestasi terbaik bagi kafilah daerahnya.
Wakil Wali Kota Bukittinggi yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengatakan bahwa kepercayaan sebagai tuan rumah, setelah terakhir kali digelar pada tahun 1993, menjadi tanggung jawab besar yang harus dilaksanakan secara optimal.
“Kami tentu mempersiapkan seluruh agenda dan penyelenggaraan kegiatan secara maksimal sejak jauh hari, dengan mengerahkan seluruh potensi serta sumber daya yang dimiliki Kota Bukittinggi,” tegas Ibnu Asis.
Ia mengakui bahwa dalam proses persiapan terdapat sejumlah kendala, termasuk musibah bencana yang menimpa hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Namun demikian, mengingat MTQ merupakan kegiatan bernuansa religi, pihaknya berharap pelaksanaan MTQ ini dapat menjadi penyejuk dan penguat spiritual di tengah suasana duka yang masih dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah, hingga menjelang pembukaan, seluruh persiapan berjalan dengan lancar. Bahkan, pembukaan MTQ pada Sabtu malam dapat dikatakan berlangsung sukses,” ujarnya.
Ibnu Asis berharap kesuksesan tersebut dapat terus terjaga hingga seluruh rangkaian kegiatan MTQ selesai dan ditutup secara resmi.
Terkait target prestasi, ia menyampaikan bahwa kafilah Kota Bukittinggi telah dipersiapkan secara matang dan terprogram melalui pelaksanaan 12 kali training center (TC). Dengan persiapan tersebut, pihaknya optimistis Bukittinggi mampu meraih hasil yang membanggakan.
“Kami menargetkan tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sukses dalam prestasi, dengan mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan,” katanya.
Selain itu, Ibnu Asis berharap pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kota Bukittinggi, mengingat ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah hadir selama kegiatan berlangsung.
“Diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi, baik melalui stand-stand resmi yang disediakan panitia maupun aktivitas usaha lainnya,” pungkasnya. (Pon)






