Bekasi, inveetigasi.news-17 April 2025 — Kegiatan peningkatan jalan lingkungan (jaling) di Kampung Gempol RT 001/001, Desa Sukarapih, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, menuai sorotan tajam dari warga. Pasalnya, proyek yang seharusnya menjadi harapan masyarakat sejak bertahun-tahun ini justru dikerjakan secara asal-asalan tanpa mengutamakan kualitas dan mutu pekerjaan.
Dari pantauan tim media di lokasi, pengecoran jalan dilakukan dalam kondisi hujan deras. Parahnya lagi, hamparan plastik yang seharusnya melindungi permukaan dasar jalan dari air tidak digelar secara menyeluruh. Di bagian tengah jalan, bahkan tidak terlihat adanya lapisan plastik sama sekali.
Warga menduga proyek yang bersumber dari Dana APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2025 ini dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Selain kondisi beton yang terlalu encer dan terlihat banyak campuran air, ketebalan jalan pun sangat bervariasi, mulai dari 7 cm, 5 cm, bahkan ada yang hanya sekitar 3 cm.
“Saya sebagai warga berhak memantau jalannya pembangunan ini agar hasilnya maksimal dan bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” ujar seorang warga dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi.
Kekhawatiran warga semakin kuat karena bekisting tidak terisi penuh, lapisan batu split (bescos) sangat minim, dan kualitas beton yang digunakan pun diduga tidak sesuai standar. Ironisnya, dalam satu gang terdapat dua kegiatan, namun pengerjaannya terkesan tidak maksimal dan tidak profesional.
Lebih miris lagi, warga dari desa lain bahkan rela rumahnya dibongkar demi kelancaran pekerjaan, sedangkan warga di desa sendiri justru tidak mendapatkan perlakuan yang sama dari oknum pelaksana.
Tidak adanya alat penerangan di lokasi pekerjaan menambah kesan bahwa proyek ini dikerjakan semaunya. Pekerjaan pun terlihat jauh dari rencana awal dan standar yang seharusnya diterapkan.
“Kami meminta kepada dinas terkait, khususnya pengawas desa, untuk segera turun tangan dan menindak tegas oknum yang terlibat dalam pengelolaan proyek ini, terutama yang berada di bidang pembangunan,” tegas Roni, salah satu warga.
Proyek yang seharusnya menjadi berkah bagi masyarakat kini justru meninggalkan kekecewaan mendalam. ( Roni)








