Banner

Wali Kota Riyanda Putra Buka Festival Muharram Grebeg Suro, Perkuat Pelestarian Budaya Sawahlunto

More articles

Sawahlunto — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra membuka secara resmi Festival Muharram Grebeg Suro dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar Paguyuban Ki Sapu Jagad di Taman Silo Sawahlunto, Selasa (16/6/2026).

Festival tahunan tersebut menjadi salah satu bentuk keberagaman dan akulturasi budaya yang berkembang di tengah masyarakat Sawahlunto. Berbagai tradisi ditampilkan dalam rangkaian kegiatan, mulai dari pawai budaya, pembagian gunungan berisi hasil bumi, pembersihan benda pusaka, tausiah, hingga kegiatan sosial budaya lainnya.

Ketua panitia menyampaikan bahwa Grebeg Suro tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-14. Keberlangsungan kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga serta melestarikan tradisi yang berjalan selaras dengan nilai-nilai agama dan kehidupan sosial.

Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda Putra mengapresiasi masyarakat dan komunitas budaya yang terus menjaga warisan tradisi di Kota Sawahlunto. Pemerintah daerah, katanya, akan terus memberikan ruang dan dukungan terhadap kegiatan budaya yang membawa manfaat positif bagi masyarakat.

“Pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga identitas dan warisan leluhur, tetapi juga menjadi media edukasi, mempererat kebersamaan, serta memperkuat daya tarik Kota Sawahlunto,” ujar Riyanda.

Menurutnya, kegiatan yang lahir dari inisiatif masyarakat memiliki nilai penting dalam pembangunan daerah. Selain memperkuat hubungan sosial, festival budaya juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha kuliner, perdagangan, dan sektor jasa.

Festival Muharram Grebeg Suro tahun ini turut menarik perhatian peserta touring dari berbagai daerah, di antaranya Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Jawa Barat. Kehadiran para peserta tersebut menambah semarak kegiatan sekaligus membuka peluang promosi wisata dan budaya Sawahlunto.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap kegiatan serupa terus berkembang sebagai bagian dari upaya memperkuat kebudayaan lokal sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota yang dikenal dengan kekayaan sejarah dan budayanya tersebut. Nisa

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest