Kotamobagu,Investigasi.News—Pemerintah Kota (Pemkot) Kotambagu melalui Dinas Pertanian dan Perikanan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kotamobagu turun tangan menyusul laporan dugaan pencemaran yang memicu kematian ikan secara massal di kolam milik warga di Desa Poyowa Besar II, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Rabu (18/2/2026).
Langkah cepat ini dilakukan setelah para pembudidaya mengeluhkan kerugian akibat ikan yang mati mendadak di kolam mereka. Insiden tersebut terjadi pada kolam budidaya yang memanfaatkan aliran air dari Bendungan Moayat. Berdasarkan keterangan pembudidaya, penjaga pintu air, dan warga sekitar, peristiwa diperkirakan berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 03.00 WITA dini hari.
Tim gabungan dari dua instansi teknis itu langsung melakukan peninjauan lapangan serta mengumpulkan data awal. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian ikan sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap kolam lainnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu, Piter Suli, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan sementara, ikan mati secara tiba-tiba dalam jumlah besar di sejumlah kolam terdampak. Kondisi tersebut menimbulkan kerugian signifikan bagi para pembudidaya yang menggantungkan penghasilan dari usaha perikanan air tawar.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait akan memfokuskan langkah lanjutan pada identifikasi dugaan sumber pencemaran. Selain itu, pengambilan dan pengujian sampel air segera dilakukan untuk memastikan faktor penyebabnya secara ilmiah.
Pendataan terhadap jumlah pembudidaya yang terdampak juga tengah dilakukan. Seluruh proses penanganan akan mengikuti ketentuan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Pemkot Kotamobagu turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Warga diminta segera melapor apabila menemukan indikasi kejadian serupa di wilayah lain.
Respons cepat ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi keberlangsungan usaha perikanan masyarakat di Kota Kotamobagu.(**)








