MALANG, investigasi.news – Sebanyak 385 peserta Mudik Gratis Lebaran Kabupaten Malang Tahun 2026 resmi diberangkatkan oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., dari Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan KH. Agus Salim No. 07, Malang, pada Selasa (17/3) pagi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang didampingi oleh Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi, S.H., S.I.K., M.T.C.P., serta Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub. Turut hadir pula Pimpinan Bank Jatim Cabang Kepanjen, Satria Dananjaya, serta perwakilan dari PT. Bagong Dekaka Makmur.
Maksud dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meringankan beban biaya transportasi bagi warga yang akan melaksanakan mudik ke luar wilayah Kabupaten Malang. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meminimalisir risiko keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran, sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan tertib.
Total peserta mudik tercatat sebanyak 385 orang, dengan komposisi 86% merupakan warga Kabupaten Malang dan 14% berasal dari luar Kabupaten Malang. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, disediakan sebanyak 7 (tujuh) unit bus sebagai armada pengangkut pemudik, dengan kapasitas masing-masing bus sebanyak 55 tempat duduk.
Adapun rute perjalanan Mudik Gratis Lebaran Kabupaten Malang Tahun 2026 telah ditetapkan dengan tujuan ke beberapa terminal di wilayah Jawa Timur, sebagai berikut:
1.Terminal Arya Wiraraja Sumenep, dengan rute: Malang – Bangkalan – Sampang – Pamekasan – Sumenep;
2.Terminal Kertonegoro Ngawi, dengan rute: Malang – Nganjuk – Madiun – Ngawi;
3.Terminal Brawijaya Banyuwangi, dengan rute: Malang – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi;
4.Terminal Pacitan, dengan rute: Malang – Trenggalek – Ponorogo – Pacitan;
5.Terminal Bondowoso, dengan rute: Malang – Probolinggo – Jember – Bondowoso.
Dalam sambutannyq, Bupati Malang menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang menghadirkan program Mudik Gratis ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya membantu meringankan beban biaya perjalanan, tetapi juga bertujuan memberikan fasilitas transportasi yang lebih aman, nyaman, dan tertib, sehingga masyarakat dapat pulang kampung dengan tenang.
Selain itu, program ini juga merupakan bagian dari upaya kita untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan potensi kecelakaan selama arus mudik Lebaran. “Oleh karena itu, saya berpesan agar seluruh peserta mudik selalu menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga ketertiban selama perjalanan. Gunakan kesempatan ini untuk beristirahat dengan baik agar tiba di kampung halaman dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Bupati Malang.
Selain itu, Bupati Malang juga meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan agar pada pelaksanaan Mudik Gratis di tahun mendatang dapat dilakukan penambahan jumlah armada maupun kuota peserta. Hal ini diharapkan agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program tersebut.
Edit EYD berita ini dan berikan judul yang paling sesuai
Judul:
Bupati Malang Berangkatkan 385 Peserta Program Mudik Gratis Lebaran 2026
Berita (sudah diedit sesuai EYD):
MALANG — Sebanyak 385 peserta Mudik Gratis Lebaran Kabupaten Malang Tahun 2026 resmi diberangkatkan oleh Bupati Malang, M. Sanusi, dari halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan KH. Agus Salim No. 07, Malang, pada Selasa (17/3) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang didampingi oleh Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si., Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi, S.H., S.I.K., M.T.C.P., serta Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub. Turut hadir pula Pimpinan Bank Jatim Cabang Kepanjen, Satria Dananjaya, serta perwakilan dari PT Bagong Dekaka Makmur.
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meringankan beban biaya transportasi bagi warga yang akan melaksanakan mudik ke luar wilayah Kabupaten Malang. Selain itu, program ini juga bertujuan meminimalisasi risiko keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tertib.
Total peserta mudik tercatat sebanyak 385 orang, dengan komposisi 86 persen merupakan warga Kabupaten Malang dan 14 persen berasal dari luar Kabupaten Malang. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, disediakan tujuh unit bus sebagai armada pengangkut pemudik, dengan kapasitas masing-masing bus sebanyak 55 tempat duduk.
Adapun rute perjalanan Mudik Gratis Lebaran Kabupaten Malang Tahun 2026 telah ditetapkan dengan tujuan beberapa terminal di wilayah Jawa Timur, yaitu sebagai berikut:
Terminal Arya Wiraraja Sumenep, dengan rute: Malang – Bangkalan – Sampang – Pamekasan – Sumenep.
Terminal Kertonegoro Ngawi, dengan rute: Malang – Nganjuk – Madiun – Ngawi.
Terminal Brawijaya Banyuwangi, dengan rute: Malang – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi.
Terminal Pacitan, dengan rute: Malang – Trenggalek – Ponorogo – Pacitan.
Terminal Bondowoso, dengan rute: Malang – Probolinggo – Jember – Bondowoso.
Dalam sambutannya, Bupati Malang menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang menghadirkan program Mudik Gratis ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Program tersebut tidak hanya membantu meringankan biaya perjalanan, tetapi juga menyediakan fasilitas transportasi yang lebih aman, nyaman, dan tertib agar masyarakat dapat pulang kampung dengan tenang.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan potensi kecelakaan selama arus mudik Lebaran.
“Oleh karena itu, saya berpesan agar seluruh peserta mudik selalu menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga ketertiban selama perjalanan. Gunakan kesempatan ini untuk beristirahat dengan baik agar tiba di kampung halaman dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Bupati Malang.
Bupati Malang juga meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan agar pada pelaksanaan Mudik Gratis tahun mendatang dapat dilakukan penambahan jumlah armada maupun kuota peserta, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program tersebut.













