Pekanbaru, Investigasi.news – Kolaborasi antara Universitas Indonesia dan Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) menggelar kegiatan workshop bertajuk “Peningkatan Kapasitas Data Integrasi Kualitas Udara dan Penyakit Terkait Kualitas Udara Menggunakan Program Microsoft Excel”. Kegiatan ini berlangsung di FOX Hotel Pekanbaru, Jalan Riau, Pekanbaru, pada 14–15 April 2026.

Ketua Research Center for Climate Change UI, Prof. Budi Haryanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa polusi udara menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling serius di Indonesia. Menurutnya, paparan polutan seperti PM2.5, SO₂, dan NO₂ terbukti meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan kardiovaskular, serta dapat menyebabkan kematian dini. Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga memberikan beban besar terhadap sistem pembiayaan kesehatan.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor UHTP, Dr. Jasrida Yunita. SKM.MKes.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari workshop sebelumnya bertema “Dampak Kesehatan dan Pembiayaan Akibat Polusi Udara Sumber Transportasi, Industri, dan Pembakaran Terbuka: Integrasi Data, Riset, dan Kolaborasi Aksi untuk Pengembangan Kebijakan” yang telah dilaksanakan pada 3 Desember 2025 lalu.
Menanggapi situasi tersebut, Research Center for Climate Change UI bersama Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB) terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mengintegrasikan data kualitas udara dan kesehatan. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas lingkungan hidup, dinas kesehatan, BPJS Kesehatan, BMKG, hingga kalangan akademisi.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Dr Emy Leonita, SKM.MPH. menyampaikan bahwa pelatihan ini ditujukan bagi staf teknis, dosen, peneliti, serta pihak lain yang memiliki tugas atau ketertarikan dalam pengumpulan, pengelolaan, dan analisis data terkait kualitas udara maupun penyakit, dengan syarat memiliki kemampuan dasar penggunaan Microsoft Excel.
Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini antara lain untuk meningkatkan kapasitas teknis peserta dalam mengintegrasikan dan mengolah data kualitas udara dan data penyakit, serta memperkuat koordinasi dan kesepahaman lintas sektor dalam pengelolaan data guna mendukung sistem peringatan dini.

Dari kalangan akademisi, kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah dosen dari UHTP, di antaranya Dr. Jasrida Yunita, SKM.MKes. Dr. Emy Leonita, SKM. MPH. Dr. Herniwanti, S.Pd.Kim.MS serta Dr. drg. Oktavia Dewi.M.Kes. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru, Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Pekanbaru, STIKes Tengku Maharatu, serta Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi dampak polusi udara melalui penguatan data dan kebijakan berbasis bukti. (Yuridis)

















