Dharmasraya, Investigasi.News – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Sumatera Barat, Brigjen Pol Gupuh Setiyono, SIK, MH, bersama Kapolres Dharmasraya, AKBP Purwanto Hari Subekti, S.Sos, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-79 di Pondok Pesantren Al-Baraqah, Nagari Koto Padang, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Minggu (18/5/2025).
Acara yang dimulai pukul 11.00 WIB ini berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Kedatangan rombongan kepolisian disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes Al-Baraqah sekaligus Ketua NU Dharmasraya, KH. Moch. Chozien Adenan, beserta jajaran pengurus pondok, guru, dan santri. Hadir pula pejabat utama Polres Dharmasraya, Ketua Bhayangkari Cabang Dharmasraya, Ibu Nova Purwanto, dan sejumlah anggota Bhayangkari lainnya.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Gupuh Setiyono menegaskan pentingnya sinergi antara institusi kepolisian dan pesantren dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif di tengah masyarakat. Ia mengajak para santri dan tokoh agama untuk aktif dalam mencegah masuknya paham-paham menyimpang seperti radikalisme dan terorisme.
“Kami mengharapkan dukungan dari pondok pesantren untuk membantu Polres Dharmasraya dalam menjaga keamanan lingkungan dan mencegah segala bentuk gangguan, baik fisik maupun ideologis,” ujar Waka Polda.
Ia juga menyoroti beberapa tantangan yang kini dihadapi masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, aksi balap liar, dan tawuran. Waka Polda mengajak semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi keagamaan, untuk bekerja sama mengatasi persoalan tersebut.
“Pesantren juga memiliki peran penting dalam mendukung program ketahanan pangan, yang tidak hanya memperkuat ekonomi lokal tetapi juga menambah manfaat bagi masyarakat luas,” tambah Brigjen Pol Gupuh.
Kapolres Dharmasraya, AKBP Purwanto Hari Subekti, dalam kesempatan yang sama menyampaikan komitmennya untuk mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang positif di wilayahnya. Ia memastikan acara Harlah NU ke-79 berjalan dengan aman dan tertib melalui pengamanan yang melibatkan sejumlah personel Polres.
“Polres Dharmasraya selalu siap mendukung kegiatan masyarakat, termasuk acara keagamaan seperti Harlah NU ini. Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh warga,” ujar Kapolres.
Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Dharmasraya, para tokoh agama, serta ratusan warga Nahdliyin dari berbagai daerah. Momentum Harlah NU ke-79 ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wujud nyata kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga keharmonisan di Kabupaten Dharmasraya.
Pesan Damai dari Pesantren
KH. Moch. Chozien Adenan menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran kepolisian yang dinilainya sebagai bukti nyata kepedulian aparat terhadap dunia pendidikan dan keagamaan. Ia juga mengajak para santri untuk memanfaatkan ilmu di pesantren demi menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia dan berkontribusi bagi bangsa.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat penggemblengan moral dan kebangsaan. Dengan sinergi bersama aparat dan pemerintah, insya Allah Dharmasraya akan tetap aman dan maju,” ujar KH. Chozien.
Harlah NU ke-79 di Ponpes Al-Baraqah ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan masyarakat. Suasana haru dan semangat kebersamaan terpancar dari setiap wajah peserta yang hadir. Kolaborasi erat antara polisi, pesantren, dan masyarakat ini diharapkan terus terjalin demi kemajuan Dharmasraya dan Sumatera Barat secara keseluruhan.
Ardhi Piliang








