Sorong, Investigasi.News — Dugaan korupsi pengadaan seragam di lingkungan DPR Papua Barat Daya kini menjadi sorotan serius tingkat nasional. Senator Paul Finsen Mayor, Anggota Komite I DPD RI, secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan tersebut secara terbuka dan bertanggung jawab.
Sebagai mitra kerja langsung Kapolri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Agung, Paul menekankan bahwa penanganan perkara ini tidak boleh setengah-setengah. Menurutnya, proses hukum harus dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Paul mengungkapkan bahwa dugaan korupsi tidak hanya terbatas pada pengadaan seragam anggota DPR Papua Barat Daya. Ia menyebut terdapat indikasi penyimpangan serupa dalam pengadaan seragam staf Sekretariat Dewan (Sekwan) yang juga perlu ditelusuri secara menyeluruh.
“Seluruh proses pengadaan harus dibuka dan diperiksa secara komprehensif, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban anggaran,” tegas Paul.
Sejalan dengan itu, Paul juga meminta aparat penyidik untuk memeriksa Ketua DPR Papua Barat Daya selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) serta Bendahara DPR, mengingat keduanya memiliki tanggung jawab struktural dan administratif dalam pengelolaan anggaran lembaga legislatif daerah.
Menurutnya, dalam sistem pemerintahan daerah, pengadaan barang dan jasa tidak mungkin berjalan tanpa keputusan dan koordinasi struktural. Oleh karena itu, pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang memiliki kewenangan menjadi langkah krusial dalam mengungkap dugaan tindak pidana korupsi secara utuh.
Paul menegaskan, penegakan hukum yang tegas dan transparan bukan hanya soal penindakan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga negara serta memastikan keuangan negara dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPR Papua Barat Daya maupun aparat penegak hukum terkait dugaan tersebut.
John






