Biak, Papua, Investigasi.news – Meningkatnya kasus begal di wilayah Biak dalam beberapa pekan terakhir memunculkan keresahan serius di tengah masyarakat. Aksi kriminalitas jalanan ini tak hanya mengganggu rasa aman warga, tapi juga mengancam stabilitas sosial dan kelangsungan pelaku usaha yang masih beraktivitas pada malam hari.
Di tengah kekhawatiran tersebut, suara kritis datang dari salah satu tokoh pemuda Biak, Heriik Kbarek, yang menyoroti akar persoalan di balik maraknya aksi kejahatan. Menurutnya, kondisi ekonomi yang makin tertekan serta minimnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda menjadi pemicu utama tumbuhnya tindak kriminal di kalangan pemuda.
“Anak-anak muda banyak yang menganggur. Susah cari kerja, sementara kebutuhan hidup makin mendesak. Dalam kondisi terjepit, ada yang nekat dan mengambil jalan pintas,” ungkap Heriik saat ditemui di Biak, Selasa (20/5).
Ia menegaskan, penyelesaian persoalan ini tidak cukup hanya dengan penindakan hukum semata, tetapi harus disertai dengan langkah preventif dan solusi jangka panjang berupa pemberdayaan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja produktif.
“Pemerintah daerah perlu lebih aktif turun ke bawah, buka ruang kegiatan untuk anak muda. Tidak cukup hanya imbauan, tapi harus ada program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan generasi muda,” tegas Heriik.
Lebih lanjut, ia mengajak semua elemen, termasuk swasta, tokoh adat, dan komunitas lokal untuk bersinergi dalam membangun Biak yang lebih aman dan produktif. Menurutnya, anak muda bukan hanya objek kebijakan, tapi juga bisa menjadi agen perubahan—asal diberi ruang dan kepercayaan.
Sementara itu, pihak kepolisian setempat menyatakan telah meningkatkan intensitas patroli rutin di titik-titik rawan kejahatan, khususnya pada malam hari. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar mereka.
Kondisi ini memunculkan harapan baru: bahwa keamanan tidak hanya soal penindakan, tetapi tentang bagaimana sistem sosial, ekonomi, dan pembangunan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, terutama pemuda yang selama ini kerap termarginalkan dari peluang.
Warga Biak kini menunggu langkah konkret dari pemerintah dan semua pihak untuk mengembalikan rasa aman di tanah mereka—sebuah rasa aman yang hanya akan tumbuh bila keadilan sosial dan kesempatan ekonomi berjalan beriringan.
John



















