Malut, Investigasi.News-, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara Densus 88 AT/Anti Teror Polri, melalui Tim Pencegahan melakukan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Malut , Pemkab Halmahera Selatan , Polres Halmahera Selatan , Dinas Pendidikan Halmahera Selatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Kab. Halmahera Selatan menjalankan Program “SAPURATA (Satgaswil Maluku Utara sapu bersih paham IRET, MARI MOI BAKU JAGA BUMI KIE RAHA”.
Kegiatan yang dilaksanakan mulai 15 Agustus hingga 3 September 2026 tersebut Satgaswil bersama Instansi terkait menargetkan Lingkungan Sekolah sebagai tujuan utamanya. Mengingat anak telah menjadi sasaran empuk untuk dijadikan pelaku teror. Seluruh SD sebanyak 291, SMP sebanyak 167 dan SMA sebanyak 90 di Halmahera selatan akan dikunjungi oleh tim.
Pada lanjutan pelaksanaan program “SAPURATA (Satgaswil Maluku Utara sapu bersih paham IRET, MARI MOI BAKU JAGA BUMI KIE RAHA” pada kamis (20/08) kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada 3 SMA sekaligus yaitu SMA Negeri 1, SMK Informatika Muhammadiyah dan SMK Misbahul Aulad. Sosialisasi yang laksanakan di SMA Negeri 1 dihadiri +- 60 peserta perwakilan ketua kelas X s.d. XII dan pengurus Osis, kemudian pada SMK Informatika Muhammadiyah dihadiri +- 55 Peserta perwakilan ketua kelas dan jurusan. Pada siang hari tim densus 88 melanjutkan sosialisasi di SMK Misbahul Aulad yang di hadiri seluruh siswa yang berjumlah 800 peserta, dari ke-3 sekolah tersebut diberikan materi tentang Bahaya Intoleransi, Radikalisme, Extremisme dan terorisme oleh Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara. Besar harapan pada pelaksanaan program ini dapat di serap dengan baik oleh para siswa dan siswi sehingga dapat selektif dalam penggunaan media sosial.








