Skandal Overload di Telaga Punggur: Truk Raksasa Bebas Berkeliaran, Aparat Diduga Jadi Tameng Pengusaha Rakus!

More articles

Batam, investigasi.news — Pelabuhan Telaga Punggur kini berubah jadi panggung kotor praktik ugal-ugalan kendaraan ekspedisi bermuatan overload. Truk-truk raksasa dengan muatan berlipat ganda seenaknya keluar-masuk jalur Roro tujuan Dabo Singkep, tanpa ada ketakutan sedikit pun pada hukum.

Yang lebih memuakkan, dugaan kuat muncul: aparat justru tutup mata, bahkan diduga menjadi tameng bagi pengusaha rakus yang menjadikan jalan raya sebagai arena perjudian maut.

Kerusakan jalan kian parah, kecelakaan mengintai setiap saat, namun para pelaku bebas melenggang. Aturan yang jelas-jelas mengancam pidana dan denda miliaran rupiah seperti Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 ternyata hanya jadi pajangan.

Kalau dibiarkan terus, sama saja aparat ikut menjual nyawa rakyat ke tangan maut. Kami muak dengan sidak pura-pura, besoknya kembali seperti biasa,” lontar seorang warga dengan nada geram.

Fenomena ini bukan sekadar soal pelanggaran lalu lintas. Ini adalah skandal pembiaran yang mempertaruhkan keselamatan publik demi perut pengusaha hitam dan kepentingan segelintir oknum.

Jika Polda Kepri, khususnya Direktorat Lantas, tetap bungkam dan lamban, publik bisa menafsirkan hanya ada dua kemungkinan: lemah atau memang terlibat.

Overload di Telaga Punggur adalah bom waktu. Jika aparat tak segera membersihkan sarang mafia jalanan ini, korban jiwa hanyalah soal waktu. Dan saat itu terjadi, darah rakyat akan menodai seragam aparat yang abai.

Fransisco Chrons

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest