Bocah Terlindas Armada PT. Haleyora Power Kritis, Pihak Perusahaan Harus Tanggung Jawab

More articles

Padang, investigasi.news – Naas, bocah kecil terlindas armada perusahaan PT. Haleyora Power yang merupakan Sub-kontraktor Dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Padang. Akibat peristiwa itu Muhammad Adna (1,8) Bulan mengalami patah tulang paha dan harus menjalani perawatan intensif di RS. Siti Rahmah, Padang

Kepada Media Ayah Korban mengatakan, Peristiwa itu terjadi saat anak-anak tengah bermain di halaman rumah komplek di jalan Mawar V, Rawang Dadok Tunggul Hitam, pada saat itu masuk satu unit armada PT. Haleyora Power dengan tujuan hendak memperbaiki gangguan jaringan listrik, namun lokasi gangguan tersebut tidak berada di lokasi itu melainkan di jalan anggrek.

“Pas kejadian itu tepatnya Hari kamis tanggal 25 September 2025 sekira Jam 18.17 wib pada saat itu Petugas PLN yang sedang melakukan pencarian lokasi gangguan melewati jl. mawar, gang mawar V, Rawang, Dadok Tunggul Hitam” katanya.

Karena lokasi gangguan di jl. Anggrek petugas mencari jalan lain. Mobil yang dikendarai berjalan mundur pelan, namun naas saat itu kondisi komplek anak-anak sedang ramai bermain. Petugas PLN tetap maju mundur padahal anak-anak sedang ramai bermain dan pada saat itu entah apa sebabnya apakah sopir itu tidak hati-hati menjalankan mobil akhirnya anak kami di tabrak dan mengalami patah tulang paha sebelah kiri” kenangnya.

Muhammad Adnan (1,8) bulan merupakan korban dari ketidak hati-hatian petugas PT.Haleyora Power Sub-kontraktor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Padang dan kini bocah tersebut harus menjalani perawatan intensif.

Saat media menggali lebih jauh pertanggung jawaban perusahaan Fikri merupakan ayah korban mengaku hingga kini pihak perusahaan PLN maupun PT. Haleyora Power padang berkelit dan mengulur-ulur waktu tanpa kejelasan.

“Dari driver atau petugas itu katanya, dengan biaya sebesar itu dia tidak sanggup, Tapi masih katanya dari pihak perusahaan tempatnya bekerja senin manager nya datang.

Tapi sampai kini saya tanyakan bagaimana kelanjutan masalah biaya perobatan anak saya, mereka masih tarik ulur” katanya lagi.

Pada tanggal [7/10) katanya mau Menanggung seluruh biaya pengobatan anak kami, tapi saya mau buatkan surat pernyataan dulu Sebagai pengikat nya, tapi hingga kini pihak PT. Haleyora Power tidak ada kejelasan.

Pada tanggal [14/10) katanya manager dari pihak PT. Haleyora Power tabing padang katanya mau datang ke rumah namun Sampai kini tidak ada dan sekarang mereka diam saja tanpa kejelasan.

Manager PT. Haleyora Power sendiri bernama Marlon katanya mau bertanggung jawab, namun Manager PLN tabing padang malah mengatakan sanggup nya membantu hanya sekian, kalau begitu tentu tidak sampai lah biaya berobat anak saya yang mengalami patah tulang paha nya.

Saya berharap Pihak Perusahaan PLN atau PT. Haleyora Power tabung Padang bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa anak saya, dan jangan lepas tanggung jawab seperti ini.

Jangankan menepati janjinya untuk membiayai semua perobatan anak saya minta maaf saja belum ada pada kami,
Sepertinya mau lepas dari tanggung jawab

Saya lihat, katanya lagi, sampai kini diam saja pihak perusahaan itu, yang manager PT. Haleyora Power, Marlon katanya masalah ini di lempar nya ke petugas yang mambawa armada saat itu, Sementara driver yang bertugas saat itu tidak sanggup dengan segala biaya, berarti tidak ada yang mau bertanggung jawab.

Awal pertama rontgen sebesar Rp. 241 ribu langsung dibayar koordinator nyo bernama zabliono, Setelah itu untuk biaya selanjutnya akhirnya saya dibantu oleh perusahaan tempat saya bekerja untuk segera observasi penanganan tulang kaki anak saya yang harus segera dilakukan perawatan medis, saat saya tanya berapa total operasi pasang gip dan rawat inap sama petugas RS. Berkisar Rp.14.6 juta.

Biaya sebesar itu hingga kini belum ada sama sekali kejelasannya dari PT. Haleyora Power Padang maupun dari pihak PLN Tabing dan saya tentu berharap agar mereka mau bertanggung jawab atas biaya perobatan anak saya.” Pintanya

Terpisah, Manager PT. Haleyora Power Padang Marlon dihubungi Sabtu (18/10) melalui ponselnya tidak menjawab ditinggal pesan ke whatsappnya tidak membalas hingga berita ini diturunkan

Zabliono kordinator PT. Haleyora Power pun dihubungi melalui pesan WhatsApp nya Minggu (19/10) tidak membalas

Pihak Perusahaan mestinya bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa bocah kecil tersebut bukan malah sebaliknya lepas tanggung jawab seperti itu, jika masalah ini tidak diselesaikan dengan bijak tentu menimbulkan keresahan ditengah masyarakat ditengah PLN sedang di sorot Masyarakat. Km

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest