Sorong, Papua Barat Daya — Ancaman abrasi yang selama ini menggerus pesisir Kampung Arar akhirnya segera dijinakkan. Proyek penanganan abrasi pantai di Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung dalam tiga hari ke depan.
Pantauan di lokasi menunjukkan pekerjaan telah berada pada tahap finishing. Pengawas proyek mengungkapkan, keterlambatan pelaksanaan bukan disebabkan faktor teknis, melainkan kondisi alam, terutama pasang air laut yang kerap menghentikan aktivitas konstruksi.
“Kalau air laut pasang, pekerjaan otomatis berhenti. Tapi kami memaksimalkan waktu saat surut agar target penyelesaian tetap tercapai,” ujar pengawas proyek saat ditemui di lokasi.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini merupakan paket Penanganan Abrasi Pantai Kampung Arar yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Papua Barat, serta SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air Papua Provinsi Papua Barat.
Proyek ini dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2025 dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender, terhitung sejak 1 Oktober 2025. Pelaksana pekerjaan adalah PT Andriyani Jaya Abadi, dengan pengawasan oleh PT Mitra Karya Sanjaya KSO PT Duta Bhuana Jaya KSO PT Madinah Aramas Consult Oetama.
Hingga sore hari, aktivitas pekerjaan masih terus berlangsung. Sejumlah warga Kampung Arar mengapresiasi kinerja kontraktor yang dinilai bekerja maksimal demi mengejar target penyelesaian.
“Kami lihat pekerjaannya jalan terus, bahkan sampai sore. Harapannya cepat selesai dan benar-benar melindungi kampung dari abrasi,” ujar salah satu warga.
Meski sempat terkendala cuaca dan pasang laut, warga menilai hasil pekerjaan sejauh ini sudah sesuai harapan. Mereka berharap proyek ini mampu memberikan perlindungan jangka panjang dan menghentikan ancaman abrasi yang selama ini menggerus wilayah pesisir Kampung Arar.
John






