Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra Dan Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal

More articles

Kota Solok-“Satu tahun bukanlah waktu yang panjang. Namun dengan komitmen, kerja nyata, dan keberpihakan kepada rakyat, satu tahun dapat menjadi fondasi perubahan.” Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Wali Kota Ramadhani Kirana Putra bersama Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal mengusung visi besar: Penguatan Fondasi Transformasi Menuju Solok Kota Madani. Visi ini menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai religius, tata kelola pemerintahan yang baik, kesejahteraan sosial, serta peningkatan daya saing daerah.

Tahun pertama kepemimpinan dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mempersempit ruang fiskal daerah. Di sisi lain, beban tunda bayar Tahun Anggaran 2024 menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertanggung jawab. Dalam keterbatasan tersebut, fondasi transformasi mulai diletakkan. Prioritas pembangunan difokuskan pada pelayanan dasar, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Konsolidasi birokrasi dilakukan melalui optimalisasi pendapatan daerah, pengendalian belanja, serta peningkatan akuntabilitasdan transparansi keuangan. Langkah-langkah ini menjadi pijakan penting dalam membangun tatakelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berintegritas, sebagai fondasi utama mewujudkan Solok Kota Madani. Di bidang kesehatan, komitmen menghadirkan layanan yang merata dan berkelanjutan diwujudkan melalui perluasan Universal Health Coverage.

Hingga Desember 2025, sebanyak16.916 jiwa dibiayai oleh Pemerintah Kota Solok, dengan cakupan UHC mencapai 98,7 persen dan tingkat keaktifan kepesertaan sebesar 91,72 persen. Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Solok menerima Penghargaan UHC Award kategori Madya sebagai bentuk pengakuan atas komitmen menghadirkan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Perlindungan sosial juga diperkuat melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, untuk 2.260 pekerja rentan (buruh bangunan, tukang ojek, pekerja informal) yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Pemerintah Kota Solok juga menyediakan program pembayaran rekening air Air PDAM gratis untuk seluruh masjid dan mushalla. Untuk menjamin akses pendidikan yang setara, Pemerintah Kota Solok menghadirkan Program Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis bagi peserta didik SMP kurang mampu. Pada tahun 2025, program ini menjangkau 252 siswa. Menariknya, pengadaan seragam dan perlengkapan sekolah melibatkan pedagang serta pelaku UMKM Kota Solok, sehingga program ini tidak hanya membantu siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Program beasiswa ke Timur Tengah tetap dilanjutkan, dengan 16 mahasiswa menerima dukungan pendidikan.

Pemerintah Kota Solok juga memberikan bantuan keberangkatan bagi 11 mahasiswa jalur mandiri. Selain itu, kerjasama pendidikan diperluas melalui beasiswa bersama Batam Tourism Polytechnic bagi dua mahasiswa. Komitmen membuka akses pendidikan global semakin diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman beasiswa ke kawasan Eropa dan Asia bersama PTSTEP International Services.

Di sektor ekonomi dan pariwisata, pengembangan potensi lokal terusdi akselerasi, Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui penataan dan pengembangan kawasan sport tourism Puncak Garunun Bidadari Payo sebagai destinasi unggulan berbasis alam. Kawasan ini dikembangkan tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Peningkatan kunjungan wisata diharapkan membuka peluang usaha baru, memperkuat peran UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Penguatan pariwisata berbasis alam dan olahraga ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi daerah, sekaligus menegaskan posisi Kota Solok sebagai kota yang berdaya saing, adaptif, dan berkarakter. Reformasi birokrasi menjadi salah satu fokus utama pada tahun pertama kepemimpinan ini. Sistem pelayanan publik dibenahi, struktur organisasi ditata lebih efisien, dan integritas aparatur diperkuat. Semua diarahkan untuk menghadirkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan benar-benar hadir melayani masyarakat. Penghujung tahun 2025 menjadi ujian berat ketika bencana hidrometeorologi berupa angin kencang yang disusul banjir bandang melanda wilayah Kota Solok. Dalam situasi darurat tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kotaturun langsung memimpin penanganan, mengoordinasikan perangkat daerah, serta bersinergi dengan TNI, Polri, dan para relawan. Respons yang cepat, terukur, dan kolaboratif tersebut mencerminkan kepemimpinan yang hadir dan melayani. Respons cepat Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam memimpin penanganan bencana memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri menghadapi ujian. Kepemimpinan yang sigap dan terkoordinasi ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya saat meninjau Posko Tanggap Darurat Bencana Kota Solok. Satu tahun kepemimpinan ini adalah fase konsolidasi dan peletakkan fondasi transformasi.

Tantangan fiskal, keterbatasan anggaran, hingga ujian bencana bukan menjadi penghalang, melainkan momentum untuk memperkuat langkah menuju Solok Kota Madani, kota yang religius, berkeadaban, maju, dan menyejahterakan. Satu tahun bukanlah akhir perjalanan, melainkan pijakan awal untuk melangkah lebih jauh. Dengan kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Ramadhani Kirana Putra dan Suryadi Nurdal berkomitmen melanjutkan pengabdian demi terwujudnya Solok yang tangguh, sejahtera, dan berdayasaing. Satu tahun mengabdi. DR.Ramadani.KP dan H.Suryadi.N ( Wako Dan Wawako ) Bertahan dalam ujian. Melangkah pasti menuju Solok Kota Madani. (Wahyu)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest