Pemkab Tulang Bawang Barat Percepat Penurunan Stunting

More articles

Tubaba, Investigasi.news – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus menggenjot berbagai inovasi dalam rangka percepatan penurunan angka stunting. Melalui program smart village (desa cerdas) dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita, Pemkab Tubaba optimistis dapat mencapai target prevalensi stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj.) Bupati Tulang Bawang Barat, Zaidirina, saat melakukan audiensi dengan jajaran pimpinan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Sekretariat Stunting, Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kami berkomitmen penuh untuk menurunkan angka stunting. Dengan berbagai upaya dan inovasi yang kami lakukan, kami yakin target 14 persen pada 2024 bisa tercapai,” ujar Zaidirina.

Zaidirina menjelaskan, melalui platform smart village, data keluarga yang berisiko stunting sudah teridentifikasi. Melalui kartu yang terintegrasi, masyarakat dapat mengakses bantuan makanan tambahan seperti telur dan susu, yang semuanya tercatat secara digital dalam sistem smart village.

Saat ini terdapat 21.786 balita di Kabupaten Tubaba, dengan 1.185 di antaranya teridentifikasi mengalami stunting. Seluruh 93 desa di wilayah tersebut telah terintegrasi dengan sistem smart village.

Dengan dukungan dana desa, Pemkab Tubaba juga telah menyalurkan PMT berupa susu, telur puyuh, dan sayuran kepada keluarga berisiko dan balita stunting.

“Kami mengedepankan semangat Nenemo yang merupakan nilai kearifan lokal: Nemen (bekerja keras), Nedes (tangguh), dan Nerimo (ikhlas),” jelas Zaidirina.

Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Tubaba Majril, Kepala Dinas PPKB Nurmansyah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh Sofian Nur, Direktur RSUD Tubaba Pramono Satrio Wibowo, serta Ketua Tim Smart Village Davit Kurniawan.

Majril menambahkan, Pemkab juga telah melaksanakan 10 intervensi spesifik penanganan stunting, antara lain: pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu, PMT untuk ibu hamil dan balita kurang gizi, pemberian tablet tambah darah, vitamin A, peningkatan cakupan ASI eksklusif dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta imunisasi dan pemberian obat cacing.

Sementara itu, Davit Kurniawan menjelaskan bahwa sistem smart village menggunakan platform OpenSID, yang mampu menampilkan data rumah tangga hingga status balita secara detail dan real-time.

Menanggapi paparan tersebut, Direktur Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga BKKBN, Wahidah, mengapresiasi langkah Pemkab Tubaba yang dinilainya inovatif dan solutif.

“Sangat jelas arah kebijakan dan solusi yang dilakukan. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Staf Ahli Sekretariat Stunting, dr. Lucy Widasari. Ia menyebut smart village milik Tubaba merupakan strategi efektif yang beririsan langsung dengan isu kemiskinan dan bisa menjadi model nasional.

“Ini sudah mencakup audit stunting, rembuk stunting, pendampingan keluarga. Tinggal integrasi dengan Elsimil dan perluasan sasaran, termasuk calon pengantin,” ujar dr. Lucy.

Untuk diketahui, data smart village di Kabupaten Tubaba kini terhubung dengan seluruh desa di Provinsi Lampung, yang jumlahnya mencapai 16.000 desa. (ADV)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest