Sijunjung, Investigasi.news– Pekerjaan preservasi jalan nasional wilayah II pada paket Muaro Kalaban–Kiliran Jao kembali menuai sorotan tajam. Pantauan Investigasi News di lapangan menunjukkan dugaan kuat praktik manipulasi volume dan pengerjaan asal-asalan yang berpotensi merugikan negara miliaran rupiah.
Pada lokasi pekerjaan rigid beton tepatnya di Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, terlihat jelas bahwa kontruksi coran beton LC (Lean Concrete) jauh dari standar teknis. Di bawah lapisan beton tampak rongga menganga yang diduga akibat minimnya pemadatan, sehingga rentan retak dan patah kalau D lewati kendaraan yang berat. Bahkan lebih parah, tumpukan aspal lama dan batu kali sebesar kepala anak kecil tersusun rapi seperti “penopang darurat” di antara aspal lama dan lantai kerja beton.
Temuan ini menguatkan indikasi bahwa mutu beton LC yang digunakan sangat meragukan dan berpotensi mengurangi usia layanan konstruksi.
Padahal, proyek bernilai fantastis Rp10.585.689.000 ini menggunakan dana APBN dengan masa pekerjaan 174 hari kalender dan pemeliharaan 365 hari kalender. Kontraktor pelaksana tercatat PT Sadewa Karya Tama, sementara pengawasan dilakukan konsultan supervisi PT Archimedia KSO PT Manggalakarya Bangun Sarana KSO PT Taru Nusantara.
Proyek strategis ini berada langsung di bawah Kementerian PUPR melalui BPJN Sumatera Barat, Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II.
Namun di lapangan, mutu pekerjaan jauh dari kata layak.
Seorang pengendara asal Jambi berinisial M ikut meluapkan kekecewaannya saat ditemui di lokasi.
“Saya dari Jambi mau ke Bukittinggi. Dari batas Jambi–Sumbar sampai ke sini kondisi jalan nasional kacau—berlubang, bergelombang. Banyak kecelakaan terjadi karena jalan rusak. Kami berharap BPJN serius mengawasi pekerjaan ini. Jangan sampai uang negara habis, tapi hasilnya nol,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Kalau saja pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi dan diawasi ketat, tentu kualitasnya tidak diragukan. Tapi kalau begini, kita patut bertanya: siapa yang bermain?”
Investigasi News akan terus menelusuri dugaan penyimpangan dalam proyek ini, termasuk meminta klarifikasi dari BPJN Sumbar dan kontraktor pelaksana. Apalagi proyek ini menyangkut keselamatan pengguna jalan dan marwah pengelolaan anggaran negara.
(Arp)






