Hujan Deras Picu Banjir Meluas, Lima Kecamatan di Situbondo Terkepung Air

More articles

Situbondo, investigasi.news – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Situbondo sejak Rabu (21/1/2026) sore hingga malam hari memicu banjir di sejumlah wilayah. Debit air sungai yang meningkat drastis membuat beberapa aliran sungai meluap dan merendam permukiman warga, jalan raya, hingga area persawahan.

Banjir dengan ketinggian air yang bervariasi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan yang memang menjadi langganan banjir tahunan. Hingga Rabu malam, sedikitnya lima kecamatan dilaporkan terdampak, yakni Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit.

Di Kecamatan Bungatan, banjir merendam sejumlah desa, antara lain Desa Pasir Putih, Bungatan, Blitok, Selowogo, dan Mlandingan Wetan. Genangan air yang cukup tinggi menyebabkan beberapa akses jalan desa terputus dan sulit dilalui kendaraan.

Sementara itu, di Kecamatan Mlandingan, banjir melanda Desa Selomukti dan Desa Mlandingan Kulon. Luapan sungai terjadi dengan cepat setelah hujan deras turun tanpa henti, sehingga air masuk ke permukiman warga dalam waktu singkat.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Banyuglugur. Sedikitnya tujuh desa, yakni Kalianget, Lubawang, Telempong, Banyuglugur, Kalisari, Selobanteng, dan Tepos, terendam banjir akibat sungai yang tidak mampu menampung debit air.

Di Kecamatan Kendit, banjir menggenangi Jalur Pantura tepatnya di Desa Klatakan. Akibatnya, arus lalu lintas sempat tersendat dan pengendara diminta ekstra waspada saat melintas di genangan air.

Sedangkan di Kecamatan Besuki, banjir merendam sejumlah desa, di antaranya Desa Blimbing, Besuki, Pesisir, Demung, Kalimas, Langkap, Jetis, dan Bloro. Air bah mengalir deras dari hulu sungai dan meluber ke kawasan permukiman warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, didampingi Kepala BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, turun langsung meninjau tanggul jebol di Dusun Bangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, pada Rabu malam.

Dalam tinjauannya, Wakil Bupati Situbondo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrem yang melanda Situbondo dalam sepekan terakhir.

“Atas petunjuk Mas Rio, Bupati Situbondo, saya mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa kepada Allah SWT agar kita semua diberikan keselamatan. Pemerintah daerah terus memantau curah hujan dan perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Ulfiyah.

Ia menegaskan, Pemkab Situbondo terus berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait untuk memantau titik-titik rawan banjir, termasuk sungai dan tanggul yang berpotensi jebol.

Mbak Ulfi, sapaan akrab Wakil Bupati Situbondo, juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah terdampak guna mempercepat langkah penanganan.

“Malam ini kami lakukan mapping untuk besok turun langsung ke lokasi terdampak banjir terparah agar penanganan bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Situbondo belum merilis data resmi terkait jumlah rumah terdampak maupun tingkat kerusakan akibat banjir. Petugas masih melakukan pendataan di lapangan sembari memantau perkembangan cuaca. (Agus) 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest