Malut, Investigasi.News-, Permasalahan mendasar yang menjadi tupoksi Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula-Maluku Utara, sampai kini belum juga terentaskan.
Masalah tersebut adalah Persoalan diaktifkannya Traffic Light (Lampu Merah) disejumlah ruas jalan dalam kota Sanana, serta tuntutan untuk dioperasikannya Kapal Motor Penumpang (KMP) Sula Bahagia.
Kedua persoalan tersebut cukup menyita perhatian publik, pasalnya selain sudah banyak menimbulkan korban kecelakaan bahkan korban jiwa untuk masalah Traffic Light, KMP Sula Bahagia juga disorot karena menjadi kebutuhan masyarakat menyangkut perhubungan maupun konektivitas antara Pulau Sulabesi dan Mangoli, apalagi pada momentum bulan puasa dan menjelang hari raya lebaran dimana tradisi ’mudik’ juga menjadi kebiasaan masyarakat disini.
“Kita belum melihat langkah nyata beliau (Kadishub-Red) selain hanya omon-omon tanpa pembuktian nyata, terutama pada dua persoalan yang mendesak yaitu Lampu Merah (traffic light) dan Pengoperasian KMP. Sula Bahagia“, ujar D Kaunar, salah seorang warga di Pulau Mangoli (22/2).
Senada dengan D Kaunar, salah satu warga Kepulauan Sula lainnya melihat aneh jika pengaktifan KMP Sula Bahagia yang direncanakan melayani rute Waikalopa-Mangoli (PP), terkendala hanya menyangkut soal ABK.
“Jika memang hanya persoalan kekurangan ABK mesin atau mekanik mengapa Dishub tidak melakukan penjaringan untuk tenaga ABK yang dimaksud? Harapan masyarakat mudik puasa kemarin bisa menikmati Kapal Motor tersebut, ini malah lebaran saja belum ada kepastian“, pungkas Sani dengan nada kecewa.
Kedua warga Kepulauan Sula tadi menilai jika Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sutomo Teapon belum mampu mewujudkan cita-cita Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus yang menjadi harapan masyarakat di daerah yang mempunyai nama lain Dad Hia Ted Sua.
Sementara itu ketika dikonfirmasi media ini beberapa waktu lalu, Sutomo Teapon yang pada Desember 2025 resmi menjabat sebagai Plt. Kadishub Kepulauan Sula menggantikan Chaerullah Mahdi mengatakan jika dirinya akan memperjuangkan angaran perbaikan Traffic Light pada APBD-P 2026.
“Saya masuk postur anggaran di Dishub sudah ada, dan itu tidak termasuk anggaran Traffic Light, makanya saya akan upayakan di anggaran perubahan”, cetus Sutomo.
Sedangkan untuk KPM Sula Bahagia, Pria lulusan Ilmu Pemerintahan Jatinangor ini belum bisa memberikan garansi untuk bisa melayani masyarakat Kepulauan Sula pada mudik lebaran nanti, kepada awak media investigasi Sutomo hanya menjelaskan sementara masih mencari ABK Mesin yang menjadi kebutuhan Kapal motor tersebut, menurutnya agen perjalanan tidak memperbolehkan berlayar jika ABK belum lengkap.
“Mudik puasa kemarin belum bisa, mudah-mudahan bisa digunakan untuk mudik lebaran tahun ini”, kata Sutomo Teapon Kadishub Pemda Kepulauan Sula.








