Situbondo, investigasi.news – Suasana berbeda menyelimuti Pendopo Rakyat Situbondo pada Sabtu malam, 21 Maret 2026. Bukan sekadar open house biasa, kegiatan bertajuk “Atellas” yang digelar Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menghadirkan nuansa kebersamaan yang lebih hangat dan membumi.
Bersama sang istri, Husna Laili yang akrab disapa Mbak Una, Mas Rio menyambut masyarakat dalam balutan suasana Idulfitri yang penuh keakraban. Pendopo yang biasanya terasa formal, malam itu berubah menjadi ruang silaturahmi tanpa sekat.
“Atellas” yang diusung sebagai konsep open house ini menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan rakyat. Tidak ada jarak, tidak ada protokoler kaku, semua larut dalam suasana kekeluargaan.
Ratusan warga dari berbagai latar belakang hadir memenuhi pendopo. Mulai dari masyarakat umum, tokoh agama, hingga perwakilan gereja turut hadir meramaikan momen yang sarat makna tersebut.
Tak ketinggalan, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo juga hadir, menyatu bersama masyarakat tanpa perbedaan status.
Kehangatan benar-benar terasa sejak awal acara dimulai. Mas Rio terlihat berdiri di barisan depan, menyambut setiap tamu yang datang dengan senyum dan jabat tangan yang tulus.
Ia bahkan beberapa kali terlihat berbincang santai dengan warga, menanyakan kabar hingga mendengarkan cerita mereka. Momen ini menjadi potret nyata kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.
Berbeda dari tradisi sebelumnya, “Atellas” kali ini digelar pada malam hari usai Salat Isya. Perubahan waktu ini justru memberikan suasana yang lebih santai dan khidmat.
Lampu-lampu pendopo yang temaram menambah nuansa hangat. Tawa dan obrolan ringan terdengar di berbagai sudut, menciptakan suasana yang penuh kedamaian.
Momentum Idulfitri benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang saling memaafkan. Warga dengan penuh haru bersalaman dengan bupati dan jajaran pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Rio menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh masyarakat Situbondo dengan penuh ketulusan.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo maupun atas nama keluarga mengucapkan selamat Idulfitri dan memohon maaf lahir batin kepada seluruh masyarakat Kabupaten Situbondo,” ujarnya.
Ia juga berharap, momen kemenangan ini membawa keberkahan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat ke depannya.
Menurutnya, Idulfitri bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat rasa persaudaraan.
Mas Rio menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah yang lebih baik.
“Mari kita jadikan momentum Idulfitri ini untuk memperkuat sinergi dan silaturahmi demi terciptanya kesejahteraan masyarakat Situbondo,” ungkapnya.
Konsep “Atellas” sendiri mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga mengaku merasa lebih dekat dengan pemimpin mereka melalui kegiatan ini.
Kesederhanaan acara justru menjadi daya tarik tersendiri. Tanpa kemewahan berlebihan, kebersamaan menjadi nilai utama yang ditonjolkan.
Kegiatan ini pun menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dalam kepemimpinan mampu menciptakan hubungan yang kuat antara pemerintah dan rakyat.
“Atellas” bukan hanya sebuah acara, melainkan simbol kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat Situbondo—sebuah tradisi baru yang diharapkan terus terjaga di tahun-tahun mendatang. (Agus)



















