Banner iklan

Peringatan Hari Santri 2026 di Pariaman Berlangsung Khidmat, Mulyadi Tegaskan Peran Santri dalam Membangun Negeri

More articles

Pariaman — Digelar di halaman Balai Kota Pariaman pada Kamis pagi (22/10/2026), Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 berlangsung meriah penuh makna.

Diawali dengan Upacara Bendera yang berlangsung khidmat dan bertindak sebagai pembina upacara Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, pemimpin upacara Rendra, Pasukan Pengibar Bendera dan Marching Band dari Siswa MAN Kota Pariaman, serta pembaca Resolusi Jihad Amril (Kasi Pendis), Pembaca pembukaan UUD 1945 dan Ikrar Santri dari perwakilan Santri Pondok Pesantren.

Bertindak sebagai MC dan pembawa acara Sarminingsih Suary bersama Syurina beserta tim dari Kankemenag Kota Pariaman

Terlihat hadir Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pariaman, Syaiful Azmi, Kepala Kantor Kementerian Agama, Edy Oktafiandi bersama perwakilan unsur pimpinan Forkopimda Kota Pariaman, Ketua Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kota Pariaman, Ny. Dr. Yoneli Balad, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pariaman, Ny. Dina Oktaria Mulyadi, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pariaman, Ny. Nen Afrizal, Ketua DWP Kankemenag Kota Pariaman, Ny. Elnida Edy Oktafiandi.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Agama RI, menyampaikan bahwa Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Di Kota Pariaman Peringatan hari santri kali ini melibatkan jajaran Kemenag, pemerintah daerah, dan para santri pondok pesantren serta undangan. “Adapun dasar hukum utama Hari Santri Nasional adalah Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 Oktober 2015, sedangkan untuk tahun 2026, pedoman peringatan Hari Santri diatur melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 dengan mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Mulyadi juga mengatakan bahwa santri atau pesantren telah mengambil peranan yang besar dan nyata sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, setelah kemerdekan dan juga dalam mengisi pembangunan bangsa saat ini.

Peringatan Hari Santri tahun ini sangat selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Pariaman yaitu Pariaman Risalah (Beriman, Shaleh, Berakhlak). “Ulama dan Kemenag terus berperan aktif untuk mengisi Kota Pariaman dengan membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dibidang keagamaan.

Pemko Pariaman telah melaksanakan program satu rumah satu hafizh dan setiap desa telah ada rumah Tahfidzhul Qur’an dan aktif pula berbagai kegiatan pada MDTA yang ada, sehingga semua anak-anak di Kota Pariaman harus mampu mengaji ilmu agama sebagai bekal bagi mereka untuk masa depan nantinya,” sambungnya.

Pembina upacara juga menyampaikan bahwa Peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kota Pariaman, yang diperingati tanggal 22 Oktober 2026 merupakan momentum mengenang jasa para ulama dalam rangka menyuarakan resolusi jihad.

Resolusi jihad yang telah dikumandangkan oleh Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) pada 22 Oktober 1945 lampau, mengatakan bahwa jihad merupakan fardu ‘ain yang membuat bergeloranya semangat masyarakat, santri dan tentara terus bersatu untuk melawan penjajahan. “Semangat ini menjadi momentum bagi kita semua, terutama santri bahwa membela negara bukan hanya tanggung jawab aparat saja. Untuk berjihad sekarang tidak lagi harus kontak fisik dengan penjajah, tetapi mengisi kemerdekaan dengan melaksanakan kegiatan keagamaan, sehingga nilai tesebut tetap terpelihara dan membara dihati santri,” ujarnya memberikan motivasi.

Lanjutnya, diantara gerakan yang harus dilakukan seperti memakmurkan masjid dan dijadikannya sebagai tempat atau wadah untuk menuntut ilmu, sekaligus tempat sentral segala kegiatan keagamaan ditengah masyarakat, sehingga fungsi masjid menjadi sarana paripurna.

“Kemudian pondok pesantren yang ada, akan terus kita bina menjadi lembaga yang betul-betul setara dengan madrasah dan sekolah umum, sebagai amanat dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah menjadi payung hukum, sehingga santri dan pesantren tidak lagi diremehkan dan telah sejajar haknya dengan SMA, SMP maupun tamatan madrasah. Momentum ini tidak hanya sebagai ajang seremonial berkumpulnya para santri dan siswa madrasah, namun juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dan apresiasi,” pungkasnya.

Setelah membacakan sambutan Menteri Agama RI, Wakil Walikota mengajak semua pihak yang hadir untuk menyukseskan perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) IX Tingkat Kota Pariaman, yang akan digelar pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. “Pelaksanaan MTQ tingkat kota ini, menjadi momen yang sangat dinantikan karena kembali diadakan setelah sempat vakum selama delapan tahun,” tandas Wakil Walikota mengakhiri sambutannya.

Selepas upacara bendera Peringatan Hari Santri, dilanjutkan dengan penampilan Tari Samrah yang merupakan gabungan ratusan Siswa Madrasah se Kota Pariaman mulai dari jenjang MI, MTs dan MA, yang berhasil memukau seluruh pengunjung.

Rangkaian peringatan Hari Santri, ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada pemenang berbagai lomba, yang telah sukses diangkatkan Kementerian Agama Kota Pariaman. Piagam penghargaan dan Tropi untuk pemenang langsung diserahkan Wakil Walikota Pariaman bersama Kakankemenag dan pejabat yang hadir.

(Andra Sikumbang)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest