Khofifah Salurkan Rp7,05 Miliar Bansos di Malang, 500 Seniman Jatim Terima Apres

More articles

Malang, investigasi.news — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang dan Kota Malang, Minggu (22/2/2026). Dalam agenda tersebut, Pemprov Jatim menyalurkan bantuan sosial senilai Rp7,05 miliar sekaligus memberikan apresiasi kepada ratusan seniman dan pelaku budaya.
Di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Gubernur Khofifah menyerahkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, bantuan modal usaha mikro, tali asih bagi pilar sosial, hingga zakat produktif. Bantuan tersebut menyasar ribuan penerima manfaat dari kalangan keluarga prasejahtera, lansia, hingga pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa bansos yang disalurkan bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis keluarga dan desa.

“Bantuan ini harus menjadi pengungkit kemandirian. Karena itu, akurasi data dan pendampingan menjadi kunci agar manfaatnya berkelanjutan,” ujarnya.

Selain bantuan sosial, Pemprov Jatim juga menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada sejumlah desa untuk mendukung program Desa Berdaya dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat struktur ekonomi dari tingkat paling bawah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan resmi oleh Bupati Malang dan jajaran Forkopimda. Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan kondisi sosial ekonomi daerah, penyerahan bantuan secara simbolis, serta dialog bersama penerima manfaat dan peninjauan produk UMKM binaan.

Usai agenda di Kabupaten Malang, Gubernur melanjutkan kunjungan ke Taman Krida Budaya, Kota Malang. Di lokasi ini, Khofifah memberikan apresiasi kepada 500 seniman dan pelaku budaya Jawa Timur serta menyerahkan sertifikat kepada 46 Warisan Budaya Tak Benda.
Menurut Khofifah, pembangunan tidak hanya bertumpu pada sektor ekonomi, tetapi juga harus memperkuat identitas budaya daerah.

“Budaya adalah fondasi karakter bangsa. Pelestarian seni dan tradisi harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi,” katanya.

Kunjungan kerja ini menunjukkan pendekatan pembangunan yang terintegrasi antara perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi desa, dan penguatan kebudayaan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.

(sGTg)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest