Kondisi Miris, Proyek Mangkrak Pustu Kumbayau Kecamatan Talawi Dilanjutkan

More articles

Sawahlunto, Investigasi.news – Proyek mangkrak Pembangunan Puskesmas di Kumbayau Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto kembali dilanjutkan tahun anggaran 2026 ini. Pemerintah Kota Sawahlunto mengucurkan dana Rp1,5 milyar untuk sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang kondisinya terbengkalai itu.

Kepala Bidang Cipta karya Dinas PUPR Kota Sawahlunto, Aidil Fitri membenarkan akan dilakukan kelanjutan pekerjaan Puskesmas itu menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu).

” pada APBD tahun ini dianggarkan Rp1,5 milyar, dan saat ini sedang tahapan pematangan perencanaan untuk segera dilakukan tahapan pelelangan” kata Aidil, Senin (23/2/2026).

Dengan Rp1,5 milyar ini, sebutnya, tentu nantinya pekerjaan hanya sebatas membangunan Pustu, karena untuk Puskesmas dengan sarana ruap inap dan lainnya tak mencukupi.

Lebih jauh disampaikan selain pekerjaan IPAL dan akses jalan dari jalan utama, nantinya akan melanjutkan pekerjaan lantai, atap dan selasar serta bangunan depan.

Kondisi Miris PascaPekerjaan Tahun 2022.

Tak sesuai harapan, Pembangunan gedung baru Puskesmas Tumpuk Tangah Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto telah dilaksanakan dengan biaya Rp1,41 milyar oleh CV Kabca Perdana Konstruksi tahun 2022 itu, Namun kondisi proyek yang belum bisa dimanfaatkan itu masih butuh tambahan pekerjaan dan kelengkapan yang tak kunjung dilaksanakan.

Miris, selama dua tahun tak kunjung ada lanjutan pekerjaan membuat kondisi proyek pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kota Sawahlunto daerah pemilihan Talawi pada Dinas PUPR kota Sawahlunto dengan nomor kontrak : 63/CK-DPUPR/SWL-2022 itu.

Pengamatan investigasi.news, Minggu (25/5/2025) yang dipublis media ini, terlihat kondisi memprihatinkan dibeberapa lantai bangunan belum tuntas atau masih belum berkeramik dan bagian langit – langit atap belum selesai serta bangunan belum dicat itu makin tak terpelihara atau rapuh.

Melihat kondisi gedung belum berloteng dan bangunan pelengkap tak terawat itu kekuatan dan kondisi bangunan akan semakin memprihatinkan dan utuh biaya tinggi untuk dapat dipergunakan kedepan.

Tak sampai dikondisi proyek dua tahun tak dilanjutkan dan kawasan itu juga berdampak pada warga sekitar. Ini disaat musim hujan, ruas jalan menuju bangunan milik Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Sawahlunto itu sering mengalirkan air serta material pasir dan lumpur ke ruas jalan yang ada dibawah lokasi bangunan.

Salah seorang warga Tamsil yang memiliki warung tak jauh dari proyek itu juga mengeluhkan kalau hujan lebat meterial tanah berpasir dan kerikil hanyut sampai ke teras Warung Nasi miliknya.

Pensiunan guru itu harus memeninggikan teras warung milihnya agar air dan meterial yang hanyut tak masuk. ” kalau hujan lebat, air dan lumpur dari kawasan bangunan dan jalan akan ke arah warung. Maka, kita tinggikan teras warung ini” kata Tamsil.

Sebelumnya, investigasi.news pernah mengkonfermasi mengenai magkraknya lanjutan pembangunan puskesmas baru itu dan kenyataan ini tak ditampik Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Sawahlunto Asrul, Senin (2/1/2023) lalu.

Kondisi Kondisi proyek Puskesmas Tumpuk Tangah Kec Talawi Kota Sawahlunto saat pengerjaan beberapa tahun lalu
Dia menyatakan meski pembangunan puskesmas telah selesai namun sampai saat ini belum bisa pelayanan karena mobiler belum ada.

“ selain penambahan pekerjaan lantai dan gedung serta instalasi listrik dan air juga belum lengkap. Kebutuhan instalasi alat-alat kesehatan juga harus dilengkapi untuk pelayanan “ katanya waktu itu. (tumpak)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest