Rori Rafia Dinata Pulang Kampung, Disambut Haru Setelah 20 Bulan Menimba Ilmu di Palembang

More articles

Suasana haru menyelimuti Balai Satu, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, saat Rori Rafia Dinata akhirnya kembali ke kampung halamannya, Rabu (22/4/2026) sore. Hampir dua tahun lamanya, tepatnya 20 bulan, Rori menjalani pelatihan di Sentra Budi Perkasa Palembang di bawah Kementerian Sosial RI.

Kepulangan Rori bukan sekadar kembali ke rumah, tetapi juga membawa harapan baru. Ia sebelumnya mengikuti seleksi yang diusulkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Agam ke Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, hingga akhirnya berkesempatan mengikuti program pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas fisik.

Setibanya di Agam, Rori bersama Safrudi, penyandang disabilitas fisik asal Tanjung Raya, disambut di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Agam. Penyambutan dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial yang diwakili Kabid Rehabilitasi Sosial, Hasneril didampingi Erizal Peksos dinas sosial dan Havid Akhyar Peksos Dinas Sosial Agam. Turut hadir perwakilan dari Sentra Budi Perkasa Palembang, Desiyanti Pradiyanti dan Sri Rospatiani, serta perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Heni Yunida dan Afrizal.

Dalam sambutannya, pihak Dinas Sosial Kabupaten Agam menyampaikan apresiasi atas kontribusi Sentra Budi Perkasa dalam membina dan melatih warga Agam.
“Pemerintah Kabupaten Agam sangat berterima kasih. Selama di sana, mereka tidak hanya mendapatkan pelatihan keterampilan, tetapi juga dibekali modal usaha. Ini sangat penting karena tidak semua pekerjaan dapat dilakukan oleh penyandang disabilitas,” ujar Hasneril.

Usai penyambutan, Rori langsung diantar pulang ke rumahnya di Manggopoh. Tangis haru keluarga dan tetangga pecah saat menyambut kepulangannya. Momen tersebut menjadi bukti betapa besar dukungan dan cinta dari lingkungan sekitar.

Pada malam harinya, dilakukan penyerahan bantuan berupa satu unit laptop lengkap dengan printer dari pihak Sentra Budi Perkasa Palembang. Bantuan tersebut diserahkan oleh Sri Rospatiani kepada Hasneril, kemudian langsung diberikan kepada Rori, disaksikan oleh perwakilan dinas dan keluarga.

Desiyanti Pradiyanti menyampaikan kesan positif terhadap Rori selama mengikuti pelatihan.
“Rori adalah anak yang baik, disiplin, dan mudah diarahkan. Kami berharap ilmu yang didapat bisa menjadi bekal untuk hidup mandiri dan membuka peluang kerja ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Agam atas dukungan dan sambutan hangat yang diberikan.

Kepulangan Rori menjadi simbol keberhasilan program pemberdayaan disabilitas—bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik. Daji

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest