JAKARTA — Achmad Muchtasyar resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dalam perombakan jajaran manajemen yang diumumkan Senin (23/2/2026). Penunjukan ini menandai babak baru kepemimpinan perusahaan pelat merah tersebut dalam mempercepat transformasi layanan kepelabuhanan nasional.
Tak hanya mengganti pucuk pimpinan, Pelindo juga membentuk posisi baru Wakil Direktur Utama yang kini dijabat Drajat Sulistyo. Langkah ini dinilai sebagai strategi memperkuat koordinasi dan akselerasi pengambilan keputusan di tengah dinamika industri logistik dan maritim.
Sejumlah posisi strategis turut mengalami perubahan. Jabatan Direktur Operasi kini diemban Prasetyadi menggantikan Putut Sri Muljanto. Farid Padang dipercaya memimpin Direktorat Komersial, Boy Robyanto mengisi posisi Direktur Manajemen Risiko, sementara Hendri Ginting ditunjuk sebagai Direktur Kelembagaan.
Achmad Muchtasyar dikenal memiliki rekam jejak panjang di sektor energi dan migas nasional. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi di PT PGN Tbk, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, serta Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membawa perspektif strategis dalam penguatan jaringan logistik dan efisiensi operasional pelabuhan.
Manajemen Pelindo menyampaikan bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat daya saing perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mendukung konektivitas logistik nasional.
Berikut susunan direksi terbaru Pelindo:
- Direktur Utama: Achmad Muchtasyar
- Wakil Direktur Utama: Drajat Sulistyo
- Direktur SDM & Umum: Dwi Fatan Lilyana
- Direktur Manajemen Risiko: Boy Robyanto
- Direktur Keuangan: Bachtiar Soeria Atmadja
- Direktur Teknik: M. Suriawan Wakan
- Direktur Komersial: Farid Padang
- Direktur Pengembangan: Prasetyo
- Direktur Operasi: Prasetyadi
- Direktur Kelembagaan: Hendri Ginting
Perombakan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pelindo tengah bersiap memasuki fase baru transformasi, dengan fokus pada efisiensi, integrasi layanan, serta peningkatan daya saing pelabuhan Indonesia di kancah global.
Don








