Di balik distribusi ribuan paket makan bergizi gratis yang tersebar di berbagai daerah Jawa Timur, ada kerja sunyi yang terus berjalan. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai upaya itu bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan kerja lapangan yang penuh dedikasi.
Hal tersebut ia sampaikan saat ditemui di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah, Kabupaten Malang. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah bekerja maksimal dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.
“Lancar atau tidak, biarkan masyarakat yang menilai. Tapi saya melihat langsung di lapangan, mereka bekerja dengan semangat dan dedikasi,” tegas Emil.
Bagi Emil, ukuran keberhasilan bukan hanya pada kelancaran distribusi, tetapi juga pada keseriusan melakukan evaluasi. Ia menyebut BGN proaktif mencatat berbagai kekurangan untuk segera diperbaiki.
Langkah itu turut diperkuat dalam Rapat Koordinasi Tata Kelola Penyelenggaraan MBG yang digelar di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kamis (19/2/2026). Rakor tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Kepala BGN Dadan Hindayana, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Jatim.
Dalam forum itu, sejumlah catatan penting dibedah—mulai dari tata kelola distribusi hingga aspek teknis operasional di lapangan.
“Segala catatan evaluasi dilakukan oleh BGN sendiri. Kami dari pemerintah daerah berperan mendukung sesuai kewenangan yang kami miliki,” jelas mantan Bupati Trenggalek tersebut.
Salah satu fokus pembenahan adalah percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi operasional SPPG. Emil menegaskan, standar kelayakan harus dipenuhi tanpa kompromi.
Ia mencontohkan, ada lokasi SPPG yang secara administratif telah mengantongi SLHS, namun masih perlu penyempurnaan karena berada dekat aktivitas peternakan. Kondisi seperti ini, menurutnya, harus segera disesuaikan agar sepenuhnya memenuhi regulasi.
“Kalau sudah keluar sertifikat tapi ada faktor lingkungan yang belum ideal, itu tetap harus dibenahi. Standar harus dijaga,” tegasnya.
Meski mengakui masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, Emil melihat BGN menjalankan program ini secara optimal dengan pendekatan perbaikan berkelanjutan.
“Pencapaian sampai hari ini menurut saya sudah dijalankan seoptimal mungkin, dan perbaikan terus dilakukan,” pungkasnya.
Program MBG sendiri menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Di Jawa Timur, implementasinya kini tak hanya diuji oleh distribusi, tetapi juga oleh konsistensi menjaga standar dan komitmen untuk terus berbenah.
Guh








