Lomba Gasing Meriahkan Hari Jadi ke-513 Bengkalis, 19 Grup Adu Ketangkasan di Pedekik

More articles

Pedekik, Investigasi.News – Pemerintah Kabupaten Bengkalis kembali menggelar Lomba Permainan Anak Negeri dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-513 Bengkalis. Salah satu yang paling dinanti adalah Lomba Gasing Tradisional, yang tahun ini diikuti 19 grup, masing-masing beranggotakan 9 peserta.

Berdasarkan pantauan di Lapangan Futsal, Jalan KHA Rasyid, Desa Pedekik, Kamis (24/7/2025) pagi, kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Lomba dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Andris Wasono.

Dalam sambutan tertulis Bupati, Andris menekankan pentingnya melestarikan permainan rakyat seperti gasing yang sarat nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Melayu.

“Permainan gasing bukan sekadar hiburan, tetapi mencerminkan ketangkasan, ketelitian, dan sportivitas. Ini adalah bagian dari warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai permainan rakyat seperti ini hilang ditelan zaman dan tergantikan oleh budaya digital yang melupakan akar identitas,” ujar Andris.

Ia mengajak seluruh unsur masyarakat — mulai dari orang tua, guru, tokoh adat, hingga pemangku kebijakan — untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda, baik melalui lomba di sekolah, lingkungan tempat tinggal, maupun dalam perayaan adat dan budaya.

Andris juga mengapresiasi komitmen panitia pelaksana yang menjadikan lomba permainan anak negeri sebagai agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya dan pembentukan karakter anak-anak melalui permainan yang mendidik dan menyenangkan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap tumbuh rasa bangga di kalangan generasi muda untuk mencintai budaya sendiri. Gasing bukan sekadar permainan, tetapi simbol kearifan lokal yang harus terus dikenalkan dan dijaga,” tambah Andris.

Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan mengikuti perlombaan dengan semangat kebersamaan. Ia juga mengingatkan dewan juri untuk menilai secara objektif dan panitia agar mempersiapkan perlombaan sebaik mungkin.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari PERGASI kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra, Andris Wasono. Pembukaan resmi ditandai dengan pemutaran gasing secara simbolis oleh Andris Wasono bersama sejumlah pejabat lainnya.

Sorak-sorai penonton menjadi bukti bahwa permainan tradisional seperti gasing masih mendapat tempat di hati masyarakat Bengkalis.

Emi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest