Toba, Investigasi.News – Bermula dari kerinduan untuk lebih mempererat persaudaraan anak muda yang tergabung dalam PBAPK (Pelayanan Bersama Aliran Pentakosta Kharismatik), lahirlah kegiatan Revival Generation Pray For Indonesia yang dirangkai untuk memperingati sumpah pemuda. Kegiatan ini dimulai dengan aksi bersih-bersih massal di area Venue-Pelabuhan Balige hingga ke depan Polsek Balige dan diakhiri di komplek DI Panjaitan pada Sabtu (24/10/2025) pagi.
Usai aksi bersih-bersih, ratusan kaum anak muda berkumpul di Gedung Parsaoran, yang berada daerah Tambunan. “Mereka mengikuti seminar dan hadirnya Kapolres Toba AKBP Vinsensisus Jimmy Parapaga bersama Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus sebagai narasumber.
Tujuannya sederhana, agar mereka menjadi anak muda yang membawa terang dan berkat di lingkungannya.
Selain itu, kita ingin anak muda ini semakin cinta Tuhan, Nusa dan Bangsa.
Mereka juga harus menjauhi narkoba dan segala jenis penyakit sosial dan siap
mendukung program Pemerintah Kabupaten Toba mewujudkan Toba Mantap,” kata Pendeta Mangaranap Sinaga, SH, M.Th, ketua Panitia Revival Generation Pray For Indonesia pada Sabtu sore kemarin.
Dalam seminar itu, Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus yang membawa materi Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air memulai materinya dengan menceritakan masa mudanya dan orang-orang seusianya.
“Dimasa jaman Era kami mereka masih kesulitan mendapatkan berbagai hal termasuk sekolah bonafit, dan menerima buku bacaan dan berbagai hal lain.
Berbanding terbalik dengan anak muda sekarang yang justru kesulitan memilih karena banyaknya pilihan.
“Dulu semasa kami masih SMP, kami sudah bisa ambil alih pekerjaan orang tua.
Tetapi kelemahan kami sekarang, kami sangat gagap soal teknologi. Masing-masing kita punya kelebihan dan kekurangan dalam setiap generasi,” ucap Wakil Bupati Toba di hadapan ratusan anak muda yang menjadi peserta.
Selain menyoal kemudahan hidup dimasa kini, Wakil Bupati Audi Murphy Sitorus juga mengingatkan pentingnya toleransi.
Bukan hanya soal toleransi dalam beragama namun dalam berbagai hal lainnya.
“Di Toba ini mungkin belum kalian temukan, tetapi jika nanti kalian sudah merantau mungkin kalian akan temukan. Prinsipnya, kita harus mampu bersahabat dengan semua orang dari berbagai golongan, berbagai agama,” ujar Wabup Toba saat mengingatkan kaum anak-anak muda sekarang.
Wabup toba Audi Murphy Sitorus, mengatakan kekawatirannya dalam kehidupan anak muda masa kini yang akrab dengan kenakalan remaja, dimasa sekarang ini banyak beragam aneka tentang kenakalan remaja tentang narkoba, seks bebas, bahkan perjudian dan perundungan.
“Jika guru mu melarang jangan bilang mereka primitif, jika hamba Tuhan melarang jangan bilang mereka ketinggalan zaman, jika orang tua melarang jangan bilang mereka kampungan. Itu semua demi kebaikan kalian,” Ucap Wakil Bupati Toba.
Tak sampai di sana, mantan Sekda Toba Audi Murphy Sitorus juga menyampaikan bahwa masa depan negara Indonesia ada di tangan anak-anak muda itu, ungkapnya.
Sejak hari ini mereka diminta mempelajari banyak hal tentang negara ini, termasuk Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. “Ingat kalian harus sepikir dan sepaham soal itu, Sebab masa depan bangsa ini ada di tangan kalian 20 hingga 30 tahun ke depan,”ujar Wabup Toba.
Selesai menyampaikan materi, Wakil Bupati Audi Murphy Sitorus, langsung menyerahkan sertifikat kepada para peserta secara simbolis, sebaliknya panitia juga menyerahkan plakat sebagai cendera mata kepada Wakil Bupati. Puncak acara selanjutnya diisi dengan ibadah KKR di tempat yang sama.
( Octa )








