Duh, Petani Keluhkan Rendahnya Harga Komoditi Perkebunan di Sawahlunto

More articles

 

Sawahlunto, Investigasi.news – Petani di kota Sawahlunto masih berharap harga komoditi perkebunan di pasar Kota Sawahlunto kembali membaik, ditengah meningkatnya harga kebutuhan harian saat ini.

Rendahnya harga komoditi hasil perkebunan, seperti harga Kakao yang sempat menembus Rp110 ribu perkilo dan diakhir tahun 2025 menjadi Rp62 ribu perkilo, saat ini Rabu (25/2/2026) terus turun menjadi Rp23 ribu per kilo gram.

” tadi dijual sekitar 4 kilo lebih uangnya tak sampai Rp100 ribu” kata warga Kubang Syafri (48) usai menjual hasil ladangnya ke pasar Sawahlunto. Selain kakao, sebutnya, dia juga menjual pinang hasil ladangnya ke pedagang pengumpul komoditi hasil perkebunan di kota itu.

Untuk saat ini, sebutnya, kebutuhan sangat meningkat dan hasil kebun atau ladang sangat diharapkan dapat menunjang agar dapat memenuhi kebutuhan harian di rumah.

Salah seorang pedagang pengumpul hasil komoditi di Kota Sawahlunto, D Maas tak menampik bahwa saat ini harga komoditi hasil perkebunan. ” seperti harga pinang kering Rp12 ribu sekilo” kata Maas.

Hasil perkebunan yang dijual juga tak sebanyak bulan lalu, atau sejak awal tahun ini sangat sedikit. Padahal kondisi cuaca masih mendukung untuk tingkat kekeringan atau air hasil perkebunan.

” untuk komoditi jual kulit manis belum membaik dan tingkat jual juga tak banyak ” pungkasnya. (tumpak)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest