Gelap Tanpa Kepastian: JLTM Tak Kunjung Nyala, Warga Tiga Desa Murka

More articles

Maluku Utara | Investigasi.News –Bertahun-tahun dibiarkan tanpa kejelasan, Jaringan Listrik Tegangan Menengah (JLTM) di tiga desa—Desa Sekli, Desa Kurunga, dan Desa Yomen, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara—hingga kini tak kunjung dinyalakan. Janji tinggal janji, sementara warga terus hidup dalam gelap, menunggu hak dasar mereka yang seolah tak pernah dianggap prioritas.

Lebih ironis lagi, jaringan yang belum juga difungsikan itu kini justru berubah menjadi ancaman. Di sejumlah titik, pohon-pohon tumbang dan patah menghantam kabel serta tiang JLTM milik PLN Maluku Utara. Infrastruktur yang seharusnya menjadi simbol kemajuan, kini berdiri miring—rapuh, tak terurus, dan memalukan.

Pantauan Investigasi.News di lokasi menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Beberapa tiang JLTM tampak miring akibat tertimpa pohon. Kabel-kabel menjuntai tak berdaya, sebagian bahkan tergeletak di tanah. Gambaran ini bukan hanya soal kerusakan teknis, tetapi juga potret kelalaian yang dibiarkan berlarut-larut.

Akibat pembiaran tersebut, proses pemulihan pasokan listrik (recovery) dipastikan akan jauh lebih rumit dan memakan waktu panjang. Kerusakan tak lagi sebatas kabel, tetapi telah merembet ke struktur tiang dan peralatan pendukung lainnya. Artinya, semakin lama dibiarkan, semakin besar pula biaya dan risiko yang harus ditanggung—dan lagi-lagi masyarakat yang menjadi korban.

“Beberapa tiang JLTM terdampak miring dan kabel-kabel juga terjatuh di dua desa, yakni Desa Sekli, Desa Kurunga, dan Desa Yomen,” ungkap seorang warga Kurunga berinisial SL dengan nada kecewa.

Kemarahan warga pun kian memuncak. Mereka mendesak Kepala Wilayah PLN Maluku dan Maluku Utara agar segera mengaktifkan jaringan listrik tegangan menengah tersebut. Bagi masyarakat, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari.

Kini, harapan itu kembali disuarakan dengan tegas: tahun ini, JLTM di tiga desa tersebut harus diaktifkan. Tak ada lagi alasan untuk menunda. Warga sudah terlalu lama menunggu dalam gelap—dan kesabaran mereka jelas ada batasnya. (Jak)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest