Situbondo, investigasi.news – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, memastikan akan melayangkan surat resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dugaan kelalaian yang dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nurul Hikam.
Langkah tegas tersebut diambil setelah berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG dinilai terjadi berulang kali. Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menilai perlu ada evaluasi menyeluruh disertai pemberian sanksi agar kejadian serupa tidak terus terulang.
“Iya, ini saya akan berkirim surat langsung ke BGN untuk diberi sanksi, soalnya sudah terlalu sering,” tegasnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, sejumlah keluhan masyarakat kerap ramai diperbincangkan di media sosial. Aduan tersebut mencakup persoalan menu makanan hingga kualitas sajian yang diterima para siswa sebagai penerima manfaat program.
Ia menilai, sebagai penyedia layanan publik, pihak SPPG semestinya bertanggung jawab penuh atas mutu makanan yang didistribusikan. Apalagi program MBG menyasar anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan gizi seimbang.
Bupati Rio menjelaskan bahwa dirinya mendapat mandat langsung dari Badan Gizi Nasional untuk mengawal jalannya program nasional tersebut di daerah. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, sudah ada beberapa laporan terkait pelaksanaan MBG yang bermasalah di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Kapongan. Laporan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurutnya, jika persoalan terus dibiarkan, bukan hanya citra program yang terdampak, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa menurun. Padahal, MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi anak.
Bupati menegaskan bahwa program MBG adalah inisiatif baik yang harus dijaga bersama. Semua pihak diharapkan memahami bahwa tujuan utama program ini adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan bergizi secara layak.
Sebagai Kasatgas MBG di daerah, ia mengaku telah memanggil seluruh pihak terkait, mulai dari koordinator wilayah (korwil) hingga koordinator kecamatan (korcam). Pemanggilan itu dilakukan guna meminta klarifikasi dan mencari solusi konkret.
“Isunya cukup banyak, jadi semua harus duduk bersama agar jelas dan ada perbaikan nyata,” ujarnya.
Selain menyoroti kualitas makanan, Bupati Rio juga menekankan pentingnya penggunaan bahan baku lokal. Menurutnya, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia menyayangkan masih adanya bahan baku yang didatangkan dari luar daerah. Padahal, pelibatan UMKM lokal dinilai mampu memperkuat perputaran ekonomi di Kabupaten Situbondo.
“Keluhannya, pertama masih banyak yang belum operasional maksimal. Kedua, bahan baku masih dari luar daerah, sementara idenya harus dari lokal. Kemudian kualitas juga harus dijaga,” tegasnya.
Bupati Rio menilai, jika pengadaan bahan baku dilakukan secara optimal dari dalam daerah, maka manfaat program akan lebih luas. Tidak hanya siswa yang menerima makanan bergizi, tetapi juga pelaku usaha kecil yang ikut tumbuh.
Ia pun meminta seluruh elemen, termasuk anggota DPRD, pihak kecamatan, kelurahan, hingga pemerintah desa, ikut melakukan pengawasan. Pengawasan kolektif dinilai penting agar tidak ada mitra yang hanya mengejar keuntungan semata.
“Saya minta anggota dewan, kecamatan, kelurahan, dan kepala desa ikut bergerak menjaga kebijakan presiden ini,” ungkapnya.
Menurutnya, program nasional seperti MBG harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian, maka sanksi tegas perlu diberikan sebagai bentuk pembelajaran.
Dengan rencana pengiriman surat kepada BGN, Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap ada langkah evaluasi yang komprehensif. Harapannya, kualitas layanan MBG di daerah semakin baik dan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi generasi penerus bangsa. (Agus)
Kasatgas MBG Situbondo Surati Badan Gizi Nasional, SPPG Nurul Hikam Terancam Sanksi








